Cari

Selasa, 18 Agustus 2026

Tutup
Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat Daddy Rohanady.
Sumber :
  • (ANTARA/Dokumentasi Pribadi)

DPRD Jawa Barat Minta TPPAS Legoknangka Nagreg Segera Dioperasikan

Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat Daddy Rohanady meminta agar tempat pengolahan dan pemrosesan akhir sampah (TPPAS) Legoknangka Nagreg segera dioperasikan.
Selasa, 19 November 2024 - 14:47 WIB

Jakarta, tvOnenews.com - Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat Daddy Rohanady meminta agar tempat pengolahan dan pemrosesan akhir sampah (TPPAS) Legoknangka segera dioperasikan.

Hal itu karena saat ini ekosistem sungai Citarum dalam kondisi terancam.

Menurutnya, tempat pembuangan akhir (TPA) Sarimukti, Bandung Barat sebagai lokasi utama pembuangan sampah untuk wilayah Bandung Raya menghadapi krisis kapasitas yang semakin parah, serta menimbulkan berbagai masalah lingkungan dan kesehatan bagi warga sekitar.

"Pengoperasian TPA Legoknangka sebagai solusi jangka panjang adalah keniscayaan. Kita tidak ingin kejadian seperti tragedi Leuwigajah terulang kembali," kata Daddy, Selasa (19/11/2024).

Daddy mengatakan kondisi overload TPA Sarimukti mengakibatkan peningkatan volume sampah yang tertampung tidak teratur, juga meningkatkan risiko kebakaran, bahkan air lindinya mengalir hingga ke sungai Citarum, yang tentu akan mengancam ekosistem DAS Citarum.

"Tidak hanya ikan yang terancam, air yang tercemar ini juga membahayakan kesehatan masyarakat di sekitar DAS Citarum," ujar Daddy.

Daddy menegaskan ancaman kesehatan dan kerusakan lingkungan di sekitar TPA Sarimukti akan semakin serius jika masalah ini tidak segera ditangani.

Menurutnya, para ahli dan aktivis lingkungan sudah lama mendesak agar pemerintah mempercepat pengoperasian TPPAS Legoknangka sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi permasalahan sampah di Bandung Raya dan sekitarnya. 

"Karenanya harus segera," ucapnya.

Daddy mengatakan bahwa TPPAS Legoknangka dirancang dengan kapasitas lebih besar, serta dilengkapi fasilitas pengelolaan sampah yang modern, kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.

Akan tetapi, kendala teknis, administratif, dan pembiayaan mengakibatkan penundaan pengoperasiannya. 

"Itu PR besar untuk siapapun yang menjadi Gubernur Jawa Barat hasil Pilkada pada 27 November nanti," kata Daddy.

Daddy menekankan pentingnya untuk tidak hanya fokus pada TPPAS Legoknangka. 

Pemprov Jawa Barat juga perlu menindaklanjuti proyek serupa di wilayah lainnya guna mengantisipasi permasalahan sampah yang terus meningkat.

"Masih banyak peluang yang belum tergarap. Ada Ciwaringin di wilayah Ciayumajakuning dan usulan TPA Regional di wilayah Karawang, Purwakarta, hingga Bekasi yang harus ditindaklanjuti," kata Daddy.

Dengan kondisi darurat seperti ini, pengelolaan sampah menjadi salah satu tantangan utama yang harus diselesaikan oleh Gubernur Jawa Barat terpilih dalam Pilkada mendatang.(ant)

 

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Jangan Lewatkan

img_title

Pemkab Bandung Pastikan Kesiapan Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup

Persiapan dimulai dari fasilitas-fasilitas stadion yang memenuhi standard FIFA.
img_title

I.League Pastikan Larangan Suporter Tandang Resmi Dicabut Musim Depan

Kebijakan larangan ini sudah berjalan sekitar empat tahun di kompetisi sepak bola tanah air, sejak Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022.
img_title

PSSI Evaluasi Total Kegagalan Piala AFF 2026

Evaluasi total setelah Timnas Indonesia gagal melaju ke semifinal Piala AFF 2026.
img_title

Kontroversi Piala Dunia Bikin Gianni Infantino Kehilangan Dukungan Internal

FIFA dilanda gejolak setelah Gianni Infantino dikritik elite internal akibat polemik penjualan saham Piala Dunia. Dukungan terhadapnya pun mulai menyusut.
img_title

Maarten Paes dan Emil Audero Hadapi Persaingan

Maarten Paes dan Emil Audero sama-sama menghadapi ancaman berkurangnya menit bermain bersama klub masing-masing menjelang bergulirnya musim baru.
img_title

Reidel Toiran Hargai Keputusan Rivan Nurmulki dan Nizar Zulfikar untuk Pensiun dari Timnas Voli Indonesia

Sempat mendapatkan panggilan dari PBVSI sebelum AVC Men's Cup 2026, Rivan Nurmulki dan Nizar Zulfikar memutuskan untuk mundur dari Timnas Voli Indonesia.