Cari

Selasa, 25 Agustus 2026

Tutup
Lulusan Politeknik STTT Bandung Dipastikan Bakal Dapat Kerja di Industri
Sumber :
  • Antara Foto

Lulusan Politeknik STTT Bandung Dipastikan Bakal Dapat Kerja di Industri Manufaktur Tekstil

Seluruh mahasiswa yang merupakan lulusan Politeknik STTT Bandung, telah mendapatkan pekerjaan di sektor tekstil dan manufaktur tekstil (TPT)
Selasa, 26 November 2024 - 08:44 WIB

Bandung, tvOnenews.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyebutkan pada tahun 2024, seluruh mahasiswa lulusan Politeknik STTT Bandung, telah mendapatkan pekerjaan di sektor tekstil dan manufaktur tekstil (TPT).

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian Masrokhan di Jakarta, Selasa, mengatakan lulusan unit tahun ini mencapai 325 orang dan sudah bekerja di banyak perusahaan tekstil Tanah Air.

"Penyerapan lulusan pada Politeknik STTT Bandung mencapai 100 persen, dengan waktu tunggu lulusan kurang dari enam bulan. Mereka ini sudah siap kerja dan kompeten untuk mendukung industri TPT yang berdaya saing global,” katanya.

Ia mengatakan, kemudahan mendapatkan pekerjaan bagi lulusan Politeknik STTT Bandung tidak lepas dari sistem pembelajaran yang terhubung (link and match) dengan dunia industri.

Selain itu, program ini juga sejalan dengan kebutuhan industri yang sedang berkembang.

“Bahkan bukan hanya di dalam negeri, banyak mahasiswa vokasi yang juga magang di luar negeri, termasuk para mahasiswa Politeknik STTT Bandung, yang 15 orang di antaranya sudah berada di China,” katanya.

Ia mengatakan, peluang kerja bagi lulusan profesional masih cukup besar, mengingat kebutuhan industri TPT yang terus meningkat setiap tahunnya.

“Industri ini padat modal dan padat karya, jadi permintaan SDM-nya luar biasa,” ujarnya.

Selain itu, Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri (PPVI) Kementerian Perindustrian Wulan Aprilianti Permatasari mengatakan, inovasi pendidikan vokasi juga harus terus ditingkatkan.

Di sektor tekstil misalnya, tren saat ini mengarah pada pekerjaan ramah lingkungan dan industri ramah lingkungan.

“Akhirnya, kampus harus menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan industri. Sehingga, ketika mahasiswa lulus, mereka bisa menyesuaikan dengan kebutuhan di masa depan,” ujar Wulan.

Direktur Politeknik STTT R. Arief Dewanto mengatakan para lulusan memiliki pemahaman mendalam tentang berbagai proses produksi di industri tekstil.

“Jadi, selain punya kompetensi yang tinggi, mereka aplikatif sesuai dengan kebutuhan industri saat ini, sehingga sangat relevan dalam memenuhi kebutuhan di sektor tekstil sekarang,” kata dia.

Arief menambahkan, kebutuhan kerja mahasiswa politeknik STTT Bandung saat ini dipenuhi melalui pengembangan platform Textile Development and Development Center (T-Car) yang menjadi jembatan antara lulusan pencari kerja dengan perusahaan sebagai penyedia lapangan kerja. (ant/nsp)

 

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Jangan Lewatkan

img_title

Pemkab Bandung Pastikan Kesiapan Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup

Persiapan dimulai dari fasilitas-fasilitas stadion yang memenuhi standard FIFA.
img_title

I.League Pastikan Larangan Suporter Tandang Resmi Dicabut Musim Depan

Kebijakan larangan ini sudah berjalan sekitar empat tahun di kompetisi sepak bola tanah air, sejak Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022.
img_title

PSSI Evaluasi Total Kegagalan Piala AFF 2026

Evaluasi total setelah Timnas Indonesia gagal melaju ke semifinal Piala AFF 2026.
img_title

Kontroversi Piala Dunia Bikin Gianni Infantino Kehilangan Dukungan Internal

FIFA dilanda gejolak setelah Gianni Infantino dikritik elite internal akibat polemik penjualan saham Piala Dunia. Dukungan terhadapnya pun mulai menyusut.
img_title

Maarten Paes dan Emil Audero Hadapi Persaingan

Maarten Paes dan Emil Audero sama-sama menghadapi ancaman berkurangnya menit bermain bersama klub masing-masing menjelang bergulirnya musim baru.
img_title

Reidel Toiran Hargai Keputusan Rivan Nurmulki dan Nizar Zulfikar untuk Pensiun dari Timnas Voli Indonesia

Sempat mendapatkan panggilan dari PBVSI sebelum AVC Men's Cup 2026, Rivan Nurmulki dan Nizar Zulfikar memutuskan untuk mundur dari Timnas Voli Indonesia.