Cari

Selasa, 22 September 2026

Tutup
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) saat berbincang dengan salah satu warga di kolong jembatan Pasupati, Kota Bandung, Kamis (5/12).
Sumber :
  • Antara

Menteri Maruarar Sirait Relokasi Warga Kolong Jembatan Pasupati Bandung ke Rumah Susun

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyiapkan hunian layak untuk masyarakat yang tinggal di kolong Jembatan Pasupati, Kota Bandung. 
Kamis, 5 Desember 2024 - 18:07 WIB

Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyiapkan hunian layak untuk masyarakat yang tinggal di kolong Jembatan Pasupati, Kota Bandung

Maruarar mengatakan bahwa warg di kolong Jembatan Pasupati itu akan direlokasi ke rumah susun.

“Ini langkah kedua setelah minggu lalu kami menata kawasan di Jakarta, memindahkan warga yang tinggal di bawah kolong jembatan ke rumah susun. Kini giliran Bandung, dan kami akan upayakan hal serupa di daerah lainnya,” kata Maruarar Sirait di Bandung, Kamis (5/12).

Ara, panggilan akrab Maruarar Sirat, mengungkapkan, total ada 100 Kepala Keluarga (KK) yang akan direlokasi ke dua rumah susun di Rancaekek dan Solokanjeruk, Kabupaten Bandung.

“Terima kasih atas kesediaan dan keikhlasan warga yang bersedia direlokasi. Kami pastikan mereka akan mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak,” ujar dia.

Selain itu, lanjut Ara, warga yang direlokasi juga akan diberikan berbagai pelatihan keterampilan untuk membantu mereka memperoleh penghasilan. 

“Intinya nanti warga bisa bekerja atau berwirausaha,” kata Ara.

Warga yang akan direlokasi ke dua rumah susun itu secara bertahap mulai pindah pada pertengahan Desember 2024. 

“Hunian ini akan dibebaskan dari biaya sewa selama setahun, sehingga warga bisa langsung menempati unit begitu perabotan masuk,” kata dia.

Ara juga telah memerintahkan Pemerintah Kota Bandung untuk segara menata kawasan di bawah Jembatan Pasupati untuk dijadikan ruang publik yang dapat dimanfaatkan bagi warga sekitar.

“Sampah yang menumpuk di kawasan ini akan dibersihkan demi menciptakan lingkungan yang sehat. Selain itu area ini akan dimanfaatkan sebagai ruang publik, seperti taman bermain anak, agar sesuai dengan citra Bandung sebagai Paris Van Java,” katanya. (ant/dpi)

 

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Jangan Lewatkan

img_title

Pemkab Bandung Pastikan Kesiapan Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup

Persiapan dimulai dari fasilitas-fasilitas stadion yang memenuhi standard FIFA.
img_title

I.League Pastikan Larangan Suporter Tandang Resmi Dicabut Musim Depan

Kebijakan larangan ini sudah berjalan sekitar empat tahun di kompetisi sepak bola tanah air, sejak Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022.
img_title

PSSI Evaluasi Total Kegagalan Piala AFF 2026

Evaluasi total setelah Timnas Indonesia gagal melaju ke semifinal Piala AFF 2026.
img_title

Kontroversi Piala Dunia Bikin Gianni Infantino Kehilangan Dukungan Internal

FIFA dilanda gejolak setelah Gianni Infantino dikritik elite internal akibat polemik penjualan saham Piala Dunia. Dukungan terhadapnya pun mulai menyusut.
img_title

Maarten Paes dan Emil Audero Hadapi Persaingan

Maarten Paes dan Emil Audero sama-sama menghadapi ancaman berkurangnya menit bermain bersama klub masing-masing menjelang bergulirnya musim baru.
img_title

Reidel Toiran Hargai Keputusan Rivan Nurmulki dan Nizar Zulfikar untuk Pensiun dari Timnas Voli Indonesia

Sempat mendapatkan panggilan dari PBVSI sebelum AVC Men's Cup 2026, Rivan Nurmulki dan Nizar Zulfikar memutuskan untuk mundur dari Timnas Voli Indonesia.