Cari

Rabu, 26 Agustus 2026

Tutup
Pemengaruh sekaligus pendiri jenama kecantikan Mother of Pearl, Tasya Farasya
Sumber :
  • ANTARA

Nah Ini Dia, Tren Riasan Tahun 2025 di Indonesia Berbeda dengan Luar Negeri

Tren riasan di tahun 2025 di Indonesia cenderung lebih bebas dan tidak bergantung pada tren tertentu, berbeda dengan di luar negeri.
Rabu, 18 Desember 2024 - 17:09 WIB

Bandung, tvonenews.com - Tren riasan di tahun 2025 diprediksi bakal dititikberatkan pada gaya dan kecocokan masing-masing individu.

Selain itu, tren riasan di tahun 2025 di Indonesia cenderung lebih bebas dan tidak bergantung pada tren tertentu, berbeda dengan di luar negeri.

Demikian disampaikan pemengaruh sekaligus pendiri jenama kecantikan Mother of Pearl, Tasya Farasya mengenai tren riasan di tahun 2025.

"Kalau kita lihat siklus make-up yang ada di Indonesia, kita itu sebenarnya nggak terlalu ngikutin tren yang ada," kata Tasya, dikutip dari ANTARA, Rabu (18/12/2024).

Berbeda dengan tren di luar negeri, Tasya melihat gaya riasan masyarakat di Indonesia cenderung lebih bebas dan tidak bergantung pada tren tertentu.

"Kalau di luar, misalnya pantone (warna) tahun 2025 itu mocca mouse, warnanya akan lebih neutral, brownish, misalnya yang jadi panutan banget Hailey Bieber," sambungnya.

Biasanya, kata Tasya, masyarakat memiliki gaya riasan tersendiri yang dinilai cocok untuk wajah mereka.

"Di Indonesia, orang-orang udah punya patokan sendiri, punya style masing-masing. Jadi, tren make-up apapun kalau nggak sesuai sama (gaya masing-masing), pasti nggak akan diikutin sama kita," kata Tasya.

Dia menambahkan, "Make-up Artist di Indonesia juga punya style yang berbeda sendiri, jadi tren make-up Artist juga akan berbeda".

Bukan tanpa alasan, Tasya menganggap tren color analysis atau analisis kecocokan warna menjadi salah satu alasan masyarakat Indonesia tidak terlalu fokus pada satu tren riasan saja. Analisis kecocokan warna merupakan metode untuk menemukan warna yang cocok dengan warna kulit, mata, dan rambut seseorang.

Melalui analisis kecocokan warna, seseorang dapat mengoptimalkan visual antara warna yang dikenakan dengan kualitas warna yang terlihat di wajah. Mulai dari pemilihan warna baju, riasan hingga warna rambut.

"Kalau tren make-up, itu nggak bisa kita prediksi di Indonesia karena orang-orang semakin tau style-nya masing-masing, mereka lebih mengikuti apa yang cocok di diri mereka," kata perempuan kelahiran 25 Mei 1992 itu.

Untuk tren produk riasan, Tasya mengatakan bahwa saat ini masyarakat, seperti pekerja kantoran atau pelajar lebih menyukai produk riasan yang ringan dan mudah dibawa. Selain itu, masyarakat Indonesia saat ini lebih menyukai produk riasan yang memiliki banyak manfaat dalam satu produk.

"Lebih mencari produk yang praktis, hybrid, multifunction, mudah dibawa ke mana-mana dan semakin simple," katanya. (ant/ito)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Jangan Lewatkan

img_title

Pemkab Bandung Pastikan Kesiapan Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup

Persiapan dimulai dari fasilitas-fasilitas stadion yang memenuhi standard FIFA.
img_title

I.League Pastikan Larangan Suporter Tandang Resmi Dicabut Musim Depan

Kebijakan larangan ini sudah berjalan sekitar empat tahun di kompetisi sepak bola tanah air, sejak Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022.
img_title

PSSI Evaluasi Total Kegagalan Piala AFF 2026

Evaluasi total setelah Timnas Indonesia gagal melaju ke semifinal Piala AFF 2026.
img_title

Kontroversi Piala Dunia Bikin Gianni Infantino Kehilangan Dukungan Internal

FIFA dilanda gejolak setelah Gianni Infantino dikritik elite internal akibat polemik penjualan saham Piala Dunia. Dukungan terhadapnya pun mulai menyusut.
img_title

Maarten Paes dan Emil Audero Hadapi Persaingan

Maarten Paes dan Emil Audero sama-sama menghadapi ancaman berkurangnya menit bermain bersama klub masing-masing menjelang bergulirnya musim baru.
img_title

Reidel Toiran Hargai Keputusan Rivan Nurmulki dan Nizar Zulfikar untuk Pensiun dari Timnas Voli Indonesia

Sempat mendapatkan panggilan dari PBVSI sebelum AVC Men's Cup 2026, Rivan Nurmulki dan Nizar Zulfikar memutuskan untuk mundur dari Timnas Voli Indonesia.