Cari

Kamis, 07 Mei 2026

Tutup
ILUSTRASI - Depresi
Sumber :
  • Freepik

Psikolog Klinis Sebut Faktor Ini Bisa Jadi Pemicu Remaja Lakukan Tindakan Ekstrem, Salah Satunya Gangguan Kesehatan Mental

Psikolog klinis menyebut faktor ini bisa menjadi pemicu remaja melakukan tindakan ekstrem. Salah satunya adalah gangguan kesehatan mental.
Rabu, 4 Desember 2024 - 12:50 WIB

Bandung, tvOnenews.com - Psikolog klinis menyebut faktor ini bisa menjadi pemicu remaja melakukan tindakan ekstrem. Salah satunya adalah gangguan kesehatan mental

"Beberapa faktor yang dapat menyebabkan seseorang terutama remaja melakukan tindakan ekstrem seperti itu meliputi gangguan kesehatan mental, masalah dalam keluarga dan tekanan sosial," kata Psikolog Klinis A. Kasandra Putranto kepada ANTARA, Rabu (4/12/2024). 

Kasandra menyampaikan hal itu saat ditanya soal kasus remaja 14 tahun membunuh ayah dan neneknya serta melukai ibunya di Lebak Bulus. 

Kasandra mengatakan gangguan mental emosional, gangguan kepribadian dan gangguan jiwa bisa memicu perilaku agresif dan membuat individu sulit mengendalikan dorongan untuk melakukan tindakan ekstrem dalam situasi tertentu.

Lingkungan keluarga dan pengasuhan yang tidak sehat, menurut dia, bisa juga memicu individu melakukan tindakan ekstrem dalam situasi tertentu.

"Kekerasan dalam rumah tangga atau kekerasan seksual juga menjadi salah satu faktor penyebabnya," terangnya. 

Kasandra menyebut anak-anak yang dibesarkan di lingkungan keluarga yang penuh kekerasan atau kecemasan bisa mengalami kesulitan dalam mengelola emosi dan berisiko menunjukkan perilaku agresif termasuk terhadap orang dekat mereka seperti orang tua atau saudara.

Dia mengatakan remaja seringkali terjebak dalam konflik internal besar seperti pencarian identitas, tekanan teman sebaya atau masalah akademis.

Menurut dia, stres yang tidak terkelola dengan baik disertai dengan kurangnya keterampilan mengatasi masalah bisa mendorong remaja untuk melepaskan emosi dengan cara yang destruktif termasuk melakukan kekerasan.

Paparan yang berlebihan terhadap konten kekerasan dalam media hiburan seperti video game dan film, menurutnya, mempengaruhi remaja untuk melakukan tindakan impulsif dan meningkatkan kemungkinan mereka terlibat dalam perilaku kekerasan.

Kasandra menyebut media bukan satu-satunya faktor penyebab.

Kombinasi faktor internal seperti gangguan kesehatan mental dan faktor eksternal seperti pengaruh media dapat memperburuk kecenderungan kekerasan pada remaja. (ant/nsi)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

img_title

Update Harga iPhone Mei 2026, Sudah Turun atau Masih Stabil?

Simak daftar harga iPhone terbaru, edisi Mei 2026. Mulai dari iPhone 13 basic hingga model terbaru iPhone 17 series. Apakah sudah turun atau masih stabil?
img_title

Bogor Kembali Dilanda Banjir Bandang, Dedi Mulyadi Beri Respons Tegas dan Soroti Penyebab Utama

Banjir bandang kembali melanda Bogor akibat curah hujan tinggi. Dedi Mulyadi soroti perubahan tata ruang dan kerusakan lingkungan sebagai penyebab utama.
img_title

Hanny Kristianto Bongkar Penyebab Sertifikat Mualaf dr Richard Lee Dicabut, Ada 3 Kesalahan Fatal

Sertifikat mualaf dr Richard Lee dicabut oleh Hanny Kristianto. Ternyata ada tiga kesalahan fatal yang menjadi alasan utama, bukan karena maksiat.
img_title

Kurban Lebih Utama Kambing Jantan atau Betina? Buya Yahya Beri Penjelasan Lengkap

Bingung pilih kambing jantan atau betina untuk kurban? Buya Yahya jelaskan mana yang lebih utama menurut syariat Islam serta faktor pentingnya.
img_title

4 Shio Paling Beruntung pada 5 Mei 2026, Siap-Siap Sambut Kebahagiaan!

Deretan shio paling beruntung pada 5 Mei 2026. Besok, energi positif membawa perubahan besar dalam kehidupan, mulai dari karier hingga kebahagiaan pribadi.
img_title

Nasib Berubah! Pedagang Korban Kerusuhan di Bandung Ngadu ke Dedi Mulyadi, Kini Dapat Pekerjaan Baru

Kisah haru pedagang korban kerusuhan Bandung yang mengadu ke Dedi Mulyadi berujung perubahan nasib. Dapat bantuan hingga pekerjaan baru usai kiosnya dibakar saat May Day 2026.