Cari

Jumat, 24 Juli 2026

Tutup
ILUSTRASI - Bercanda
Sumber :
  • Freepik

Hati-Hati saat Berkata, Candaan Kelewat Batas Bisa Timbulkan Dampak Psikologis Bagi Penerimanya

Hati-hati saat berkata, kalimat candaan kelewat batas yang diutarakan bisa saja menimbulkan dampak psikologis bagi penerimanya.
Selasa, 10 Desember 2024 - 10:37 WIB

Bandung, tvOnenews.com - Hati-hati saat berkata, kalimat candaan kelewat batas yang diutarakan bisa saja menimbulkan dampak psikologis bagi penerimanya loh

“Dampak pada penerima candaan jika candaan yang diterima melewati batas bisa menurunkan rasa percaya diri, memicu stres, kecemasan atau tekanan psikologis lainnya,” ujar Psikolog Klinis Universitas Padjadjaran Anggie Harmalia saat dihubungi ANTARA dilansir pada Selasa (10/12/2024). 

Anggie menyebut candaan kelewat batas yang menyinggung seseorang juga bisa berdampak pada munculnya perilaku menghindari orang lain. 

Sehingga, kata dia, hal ini dapat mengganggu relasi dan memunculkan trauma yang pernah ada.

Anggie menyebut candaan yang melewati batas biasanya dilontarkan seseorang dengan ciri-ciri menghina fisik, intelektual atau status sosial seseorang.

“Candaan tidak sesuai konteks dan diucapkan pada orang yang tidak akrab dengan pelaku merupakan ciri candaan yang melewati batas,” terangnya.

Anggie menjelaskan seseorang yang menggunakan stereotip seperti gender, ras, agama dan kondisi sosial tertentu bisa dianggap sebagai candaan yang minim empati serta mengabaikan reaksi orang yang dijadikan objek candaan meskipun sudah terlihat tidak nyaman.

Menurut dia, ada batasan candaan agar tidak berujung ke penghinaan terhadap seseorang.

Batasan-batasan itu antara lain menghindari tema sensitif seperti trauma tidak mengenakkan seseorang, menghindari membahas ras, agama atau kekurangan fisik serta sesuaikan dengan hubungan keakraban antara pemberi dan penerima candaan.

Agar candaan tetap mengedepankan empati, kata dia, pahami konteks dan situasi tempat dan peka dengan reaksi penerima.

“Penggunaan situasi umum atau pengalaman pribadi sebagai objek candaan akan lebih netral dan meminimalisasi menyinggung atau menyakiti perasaan orang lain,” demikian saran yang disampaikan Anggie.

Agar penerima candaan tidak terbawa perasaan, terang Anggie, dia bisa menegur pelaku dengan sopan apabila dirasa sudah mengganggu. 

Dia juga menyarankan untuk mengalihkan pikiran dari kalimat candaan yang dilontarkan serta fokus pada pengembangan rasa percaya diri dan toleransi terhadap humor. (ant/nsi)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Jangan Lewatkan

img_title

Praktisi Komunikasi Soroti Polemik Surat Tempo dan Etika Bisnis Media

Isu tersebut perlu dilihat dalam kerangka etika profesi, bukan semata-mata dari aspek legalitas.
img_title

Surat Tempo ke Agrinas Jadi Sorotan, Picu Diskusi soal Advertorial

Kekeliruan paling mendasar adalah menganggap bahwa media yang mengkritik suatu lembaga tidak boleh menerima iklan dari lembaga tersebut.
img_title

Tanggal 14 Mei 2026 Hari Libur Apa? Ada Long Weekend Pekan Ini

anggal 14 Mei 2026 diperingati sebagai Hari Kenaikan Yesus Kristus dan menjadi hari libur nasional di Indonesia. Yuk, simak jadwal long weekend pekan ini!
img_title

Kurban Sapi atau Kambing, Mana yang Lebih Besar Pahalanya? Ini Penjelasan Ustaz Khalid Basalamah

Kurban sapi atau kambing, mana yang lebih besar pahalanya? Simak penjelasan lengkap Ustaz Khalid Basalamah tentang hewan kurban paling afdal menurut sunnah.
img_title

Update Harga iPhone 17 Series Mei 2026, Apakah Sudah Turun?

Update terbaru harga iPhone 17 series per Mei 2026. Simak daftar harga terbaru iPhone 17, iPhone 17 Air, iPhone 17 Pro, sampai dengan Pro Max lengkap di sini.
img_title

Apa Boleh Kurban Diniatkan untuk Orang yang Sudah Meninggal? Begini Penjelasan Ustaz Adi Hidayat

Bolehkah kurban diniatkan untuk orang yang sudah meninggal? Simak penjelasan lengkap Ustaz Adi Hidayat tentang hukum kurban menurut dalil Rasulullah SAW.