tvOnenews.com - Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap (GPG) bersama Persatuan Insan Perunggasan (Insar) Kalimantan Tengah menggelar aksi protes terhadap pemadaman listrik bergilir yang terjadi di Kalimantan Tengah. Dalam aksi tersebut, para peternak ayam menyegel sementara Kantor PLN UP3 Palangka Raya di Jalan Ahmad Yani serta mengirimkan bangkai ayam yang telah membusuk ke halaman kantor sebagai bentuk protes.
Aksi tersebut dilakukan karena para peternak mengaku mengalami kerugian besar akibat pemadaman listrik bergilir. Mereka menyebut kerugian yang dialami mencapai ratusan juta rupiah lantaran banyak ayam mati ketika pasokan listrik terhenti.
Menanggapi kondisi tersebut, Koordinator Nasional Gerakan Santri Biru Kuning (GSBK), Febri Yohansyah, meminta pemerintah dan PLN mengambil langkah konkret untuk menangani dampak pemadaman listrik, termasuk memperhatikan kerugian yang dialami masyarakat dan pelaku usaha.
"Permintaan maaf saja tidak cukup. Seharusnya ada langkah konkret, termasuk menghitung dan mengganti kerugian yang dialami pelanggan akibat pemadaman listrik," kata Febri, Selasa (4/8/2026).
Menurut dia, permintaan maaf yang disampaikan setiap kali terjadi gangguan kelistrikan perlu diikuti dengan upaya nyata agar kejadian serupa tidak terus berulang.
"Saat terjadi blackout di sejumlah wilayah Sumatera disampaikan permintaan maaf. Ketika blackout terjadi di Pulau Jawa juga demikian. Harapannya tentu ada solusi yang lebih komprehensif agar masyarakat tidak terus dirugikan," ujarnya.
Sebelumnya, aksi GPG dan Insar Kalimantan Tengah menjadi perhatian publik setelah video penyegelan sementara Kantor PLN UP3 Palangka Raya dan pengiriman bangkai ayam ke halaman kantor tersebut viral di media sosial TikTok. Video itu diunggah oleh akun @akunCeritaOomBM pada Senin (3/8/2026).
Dalam unggahannya disebutkan bahwa aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kekecewaan terhadap pemadaman listrik bergilir yang dinilai berdampak besar terhadap usaha peternakan ayam.
"Harus pakai cara ekstrem begini supaya telinga dan empati manajemen PLN berfungsi," tulis akun tersebut.
Akun itu juga menjelaskan bahwa sebagian besar peternakan ayam di wilayah tersebut menggunakan sistem kandang tertutup (close house) yang sangat bergantung pada pasokan listrik untuk mengoperasikan kipas ventilasi dan menjaga sirkulasi udara.
Saat listrik padam, suhu kandang meningkat dengan cepat sehingga menyebabkan ayam mengalami stres hingga mati massal. Meskipun sebagian peternak memiliki genset cadangan, biaya operasionalnya dinilai terlalu tinggi apabila digunakan secara terus-menerus.
Disebutkan pula bahwa kerugian peternak dapat mencapai ratusan juta rupiah. Bahkan, satu kandang berkapasitas sekitar 40 ribu ekor ayam disebut berpotensi mengalami kerugian hingga Rp360 juta.
Sementara itu, General Manager PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono, menjelaskan bahwa gangguan pasokan listrik bermula setelah generator di PLTU Asam-Asam mengalami kerusakan. Selain itu, dua unit pembangkit milik Independent Power Producer (IPP) juga mengalami kebocoran pada pipa boiler dan turbin sehingga kemampuan memasok daya ke sistem menurun.
Akibat kondisi tersebut, PLN menerapkan pengaturan beban secara terbatas di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah guna menjaga keandalan sistem kelistrikan selama proses pemulihan berlangsung.
PLN menyatakan seluruh personel telah diterjunkan untuk mempercepat perbaikan pembangkit yang mengalami gangguan. Perusahaan juga mengimbau masyarakat menghemat penggunaan listrik, terutama pada pukul 18.00 hingga 21.00 WIB, serta menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan selama proses pemulihan berlangsung.
Load more