Cari

Selasa, 18 Agustus 2026

Tutup
Pemilahan sampah yang dilakukan pegawai pemkot Bandung.
Sumber :
  • situs resmi pemkot bandung

Balai Kota Bandung Kelola 80 Kantong Sampah per Hari, Berharap Ditiru Pihak Lain

"Sebagai pegawai, kami harus memberi contoh kepada masyarakat tentang cara mengelola sampah yang baik dan benar,"
Jumat, 8 November 2024 - 11:05 WIB

Bandung, tvonenews.com - Bagian Umum Setda Kota Bandung berhasil mengelola 80 kantong sampah per hari yang dikumpulkan dari beberapa titik di area balai kota Bandung.

Sekitar 80 persen kantong sampah tersebut berisi sampah organik seperti daun dan kertas. Sampah yang sudah dipilah itu kemudian dibawa ke Eco Recycling Center untuk dipilah dan diolah lebih lanjut.

Koordinator Taman Badak dan Dewi Sartika, Boyke Maulana mengungkapkan, sesuai dengan arahan Bagian Umum Setda Kota Bandung, pengelolaan sampah di Balai Kota merupakan tanggung jawab bersama seluruh ASN dan pegawai.

"Sebagai pegawai, kami harus memberi contoh kepada masyarakat tentang cara mengelola sampah yang baik dan benar," ujarnya di Tanam Dewi Sartika, Kota Bandung, sebagaimana dikutip ri situs resmi Pemkot Bandung, Jumat (8/11/2024).

Sampah residu yang telah dipilah kemudian diangkut petugas Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung setiap bulan dengan volume sekitar 6 kubik per pengangkutan.

Meski pengelolaan sampah di Balai Kota sudah cukup tertata, Boyke mengakui ada tantangan saat ada acara besar, seperti perayaan Hari Jadi Kota Bandung (HJKB).

Dalam momen seperti itu, jumlah sampah meningkat tajam, terutama dari sisa makanan. Meski demikian, kondisi pengelolaan sampah di Balai Kota Bandung masih terkendali dan aman.

Masalah lain yang dihadapi adalah sampah sisa makanan dan kemasan dari pembelian online. Jika tidak dikelola dengan baik, sampah tersebut bisa menumpuk dan menimbulkan masalah.

Beruntung, petugas kebersihan di Balai Kota rutin memilah dan mengolah sampah. Dukungan dari pimpinan juga terus diberikan melalui sosialisasi mengenai pentingnya pemilahan sampah dan pemanfaatan bank sampah.

Sebagai bagian dari upaya keberlanjutan, Balai Kota Bandung telah menjalankan program edukasi pengelolaan sampah sejak sebelum inisiatif Kang Pisman digalakkan.

Sampah daun yang dikumpulkan diolah menjadi kompos yang sudah tersertifikasi. Produk kompos ini menjadi unggulan dan dibuat dengan mencampurkan sampah daun serta kotoran hewan yang ada di Taman Dewi Sartika untuk meningkatkan kualitasnya.

Lebih dari sekadar taman kota, Taman Dewi Sartika juga difungsikan sebagai taman edukasi.

Di dalamnya terdapat Green House, Eco Recycling Center, Mini Zoo, dan instalasi hidroponik.

Taman ini kerap menjadi destinasi studi tiru bagi berbagai pihak yang ingin belajar tentang pengelolaan lingkungan dan pengolahan sampah.

Dengan berbagai inisiatif dan fasilitas yang tersedia, Balai Kota Bandung terus berupaya menjaga kebersihan dan mengedukasi masyarakat tentang pengelolaan sampah yang baik, demi menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan menuju zero waste. (ito)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Jangan Lewatkan

img_title

Pemkab Bandung Pastikan Kesiapan Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup

Persiapan dimulai dari fasilitas-fasilitas stadion yang memenuhi standard FIFA.
img_title

I.League Pastikan Larangan Suporter Tandang Resmi Dicabut Musim Depan

Kebijakan larangan ini sudah berjalan sekitar empat tahun di kompetisi sepak bola tanah air, sejak Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022.
img_title

PSSI Evaluasi Total Kegagalan Piala AFF 2026

Evaluasi total setelah Timnas Indonesia gagal melaju ke semifinal Piala AFF 2026.
img_title

Kontroversi Piala Dunia Bikin Gianni Infantino Kehilangan Dukungan Internal

FIFA dilanda gejolak setelah Gianni Infantino dikritik elite internal akibat polemik penjualan saham Piala Dunia. Dukungan terhadapnya pun mulai menyusut.
img_title

Maarten Paes dan Emil Audero Hadapi Persaingan

Maarten Paes dan Emil Audero sama-sama menghadapi ancaman berkurangnya menit bermain bersama klub masing-masing menjelang bergulirnya musim baru.
img_title

Reidel Toiran Hargai Keputusan Rivan Nurmulki dan Nizar Zulfikar untuk Pensiun dari Timnas Voli Indonesia

Sempat mendapatkan panggilan dari PBVSI sebelum AVC Men's Cup 2026, Rivan Nurmulki dan Nizar Zulfikar memutuskan untuk mundur dari Timnas Voli Indonesia.