Cari

Selasa, 18 Agustus 2026

Tutup
Petugas merekayasa kontur di jalur kereta di Daop 2 Bandung, Jawa Barat.
Sumber :
  • ANTARA

KAI: Masyarakat Tidak Boleh Beraktivitas di Jalur Kereta Api

Manajer Humasda PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 2 Bandung Ayep Hanapi ingatkan masyarakat tak lakukan aktivitas di jalur perlintasan atau rel kereta api.
Senin, 2 Desember 2024 - 13:09 WIB

Bandung, tvOnenews.com - Masyarakat kembali diingatkan agar tidak melakukan aktivitas di jalur perlintasan atau rel kereta api khususnya jalur Sukabumi-Cianjur.

Hal itu disampaikan Manajer Humasda PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 2 Bandung Ayep Hanapi dalam keterangannya, Senin (2/12/2024).

Menurutnya, imbauan itu untuk mencegah terjadinya kembali kecelakaan yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa akibat tersambar kereta api.

“Kami terus mengingatkan kepada seluruh masyarakat agar tidak beraktivitas di jalur rel apalagi saat kereta api hendak melintas. Dari pantauan kami hingga saat ini masih banyak warga yang beraktivitas di sepanjang jalur kereta api," katanya.



Menurut Ayep, dari Januari sampai November 2024, ada 18 kasus kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Daops 2 Bandung dengan melibatkan kendaraan (mobil/sepeda motor) menemper kereta api di perlintasan sebidang.

Akibat kejadian itu, tujuh korban mengalami luka-luka dan delapan korban meninggal dunia.

Sementara untuk kejadian orang menemper kereta api di perlintasan sebidang maupun di jalur rel tercatat 45 kejadian dengan jumlah korban 13 orang luka-luka dan 32 korban meninggal dunia.

Insiden ini perlu menjadi perhatian terkait pentingnya kesadaran masyarakat untuk menjauhi area rel yang bukan hanya area terlarang, tetapi juga sangat berisiko.

"PT KAI Daop 2 memastikan operasional kereta api berjalan aman dan lancar, namun keselamatan publik juga sangat bergantung pada kepatuhan masyarakat untuk tidak berada di area berbahaya tersebut,” ujarnya.

Ayep juga turut berduka atas kecelakaan lalu lintas yang menewaskan pria berinisial EN (72) akibat tersambar KA Siliwangi di Kampung Cilangla, RT 08/04, Desa Cireunghas, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi pada Jumat (29/11/2024).

Korban yang merupakan warga Kampung Cikaret, Desa Gegerbitung mengalami luka berat di beberapa bagian anggota tubuhnya dan meninggal di lokasi kejadian.(ant/lkf)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Jangan Lewatkan

img_title

Pemkab Bandung Pastikan Kesiapan Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup

Persiapan dimulai dari fasilitas-fasilitas stadion yang memenuhi standard FIFA.
img_title

I.League Pastikan Larangan Suporter Tandang Resmi Dicabut Musim Depan

Kebijakan larangan ini sudah berjalan sekitar empat tahun di kompetisi sepak bola tanah air, sejak Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022.
img_title

PSSI Evaluasi Total Kegagalan Piala AFF 2026

Evaluasi total setelah Timnas Indonesia gagal melaju ke semifinal Piala AFF 2026.
img_title

Kontroversi Piala Dunia Bikin Gianni Infantino Kehilangan Dukungan Internal

FIFA dilanda gejolak setelah Gianni Infantino dikritik elite internal akibat polemik penjualan saham Piala Dunia. Dukungan terhadapnya pun mulai menyusut.
img_title

Maarten Paes dan Emil Audero Hadapi Persaingan

Maarten Paes dan Emil Audero sama-sama menghadapi ancaman berkurangnya menit bermain bersama klub masing-masing menjelang bergulirnya musim baru.
img_title

Reidel Toiran Hargai Keputusan Rivan Nurmulki dan Nizar Zulfikar untuk Pensiun dari Timnas Voli Indonesia

Sempat mendapatkan panggilan dari PBVSI sebelum AVC Men's Cup 2026, Rivan Nurmulki dan Nizar Zulfikar memutuskan untuk mundur dari Timnas Voli Indonesia.