Cari

Rabu, 08 April 2026

Tutup
Ilustrasi wisatawan.
Sumber :
  • tvOne

Tingkat Kunjungan Wisatawan di Sukabumi Menurun pada Nataru 2025, Sekda Sebut Pengaruh Bencana dan Cuaca Buruk

Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman mengatakan, peristiwa bencana pada Desember 2024 mempengaruhi jumlah kunjungan wisatawan pada libur Natal dan tahun baru (Nataru).
Kamis, 2 Januari 2025 - 06:35 WIB

Jakarta, tvOnenews.com - Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman mengatakan, peristiwa bencana pada Desember 2024 mempengaruhi jumlah kunjungan wisatawan pada libur Natal dan tahun baru (Nataru).

Ade mengungkap bahwa jumlah wisatawan di Sukabumi menurun pada momen Nataru tahun ini.

"Destinasi wisata yang berada di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi yang paling besar merasakan dampak dari tingginya angka kejadian bencana di penghujung tahun," kata Ade dalam keterangannya, Rabu (1/1).

Menurut Ade, kurangnya wisatawan dari luar daerah yang datang Kabupaten Sukabumi sudah dirasakan sejak libur dan cuti bersama perayaan Natal. 

Saat itu mayoritas objek wisata yang berada di wilayah selatan sepi. Hal itu pun diperparah dengan terjadinya longsor susulan yang menutup akses jalan nasional Bagbagan-Kiaradua, Kampung Cimapag, Loji, Kecamatan Simpenan.

Bahkan, objek wisata pantai selatan sejak H-2 Tahun Baru 2025 jumlah wisatawan yang datang minim atau sepi.

Kemudian, puncaknya pada H-1, wisatawan yang datang semakin membeludak sehingga mengakibatkan terjadinya kemacetan di jalur-jalur menuju objek wisata di selatan Kabupaten Sukabumi. 

Namun, untuk kali ini hingga malam perayaan pergantian tahun arus lalu lintas tetap normal tidak ada peningkatan yang signifikan.

Turunnya tingkat kunjungan wisatawan juga berdampak kepada tingkat hunian kamar hotel atau okupansi yang biasanya mencapai 90 persen lebih. Kali ini angka okupansi tidak lebih dari 30 persen.

"Saat pergantian 2023 ke 2024 okupansi di atas 90 persen, tapi di saat perayaan pergantian tahun dari 2024 ke 2025 tingkat hunian kamar hotel di bawah 30 persen," ujarnya.

Ade menambahkan, selain bencana yang ikut mempengaruhi tingkat kunjungan wisatawan adalah cuaca. Diketahui bahwa sejak H-3 hingga beberapa menit menjelang perayaan pergantian tahun wilayah Sukabumi terus menerus turun hujan deras. (ant/dpi)

 

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

img_title

Dari Kota Cimahi ke Panggung Nasional, 5 Artis Ini Asli Berasal dari Kota Militer

Tak sedikit orang mengira para artis ini berasal dari Bandung. Padahal, jejak kehidupan mereka kuat di Cimahi dari masa kecil hingga awal perjalanan karier.
img_title

Gox! Persib Putri U-11 Juara JSSL7, Unjuk Gigi di Kategori U-12 di Singapura

Di partai final yang berlangsung di Our Tampines Hub, Minggu (5/4/2026), tim muda Persib tampil percaya diri, berhasil menaklukkan tuan rumah Lion City Sailors
img_title

Jangan Lupa Bawa Payung dan Jas Hujan! Prakiraan Cuaca 9 April 2026, Bandung Raya Hujan Mulai Siang Sampai Sore

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Klimatologi Jawa Barat merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Bandung Raya pada Kamis 9 April.
img_title

Dear Juventus, Niat Bajak Federico Chiesa dari Liverpool Gak Bakal Mudah, Napoli juga Mau

Meski jarang menjadi starter di Liverpool, Chiesa sebenarnya tak buruk-buruk amat saat diturunkan sebagai pemain pengganti. Beberapa kali ia dianggap sebagai..
img_title

Dari Atletik hingga Angkat Besi, Indonesia Tunjukkan Kekuatan di SEA Games 2025

Prestasi yang diraih memicu gelombang antusiasme publik di media sosial.
img_title

Timnas Hoki Es Indonesia Raih Emas Perdana di SEA Games 2025

Timnas Hoki Es Indonesia menorehkan tinta emas dalam sejarah olahraga nasional usai sukses merebut medali emas SEA Games 2025.