Bandung, tvOnenews.com - Suasana duka masih menyelimuti Stasiun Bekasi Timur pasca insiden tragis tabrakan kereta yang melibatkan KRL dan KA jarak jauh Argo Bromo Anggrek.
Di tengah kesedihan tersebut, muncul momen haru yang menyentuh hati banyak orang, ketika rangkaian bunga dari para penumpang, termasuk korban selamat, memenuhi area stasiun.
Puluhan buket bunga tampak tersusun rapi di lantai dua stasiun, menghadap langsung ke peron bawah yang menjadi titik terjadinya kecelakaan.
Pemandangan ini bukan sekadar simbol belasungkawa, tetapi juga menjadi bentuk penghormatan terakhir bagi para korban yang kehilangan nyawa dalam peristiwa tersebut.
Sejumlah penumpang dan masyarakat yang datang terlihat memanjatkan doa di sekitar lokasi.
Mereka berdiri dalam keheningan, sebagian menundukkan kepala, sementara yang lain tampak menatap bunga-bunga yang berjajar dengan penuh haru.
Doa-doa dipanjatkan tidak hanya untuk korban meninggal dunia, tetapi juga untuk para korban selamat yang masih menjalani perawatan, serta tim penyelamat yang telah bekerja keras.
Proses evakuasi yang berlangsung selama kurang lebih 10 jam menjadi salah satu upaya besar yang dilakukan tim SAR untuk mengevakuasi korban dari lokasi kejadian.
Dedikasi tersebut juga turut diapresiasi melalui doa-doa yang disampaikan oleh para pelayat.
Namun, di antara banyaknya karangan bunga, terdapat satu pesan yang mencuri perhatian publik.
Sebuah tulisan tangan yang diduga berasal dari korban selamat menjadi viral karena isi pesannya yang begitu menyentuh.
Pesan tersebut ditujukan kepada seorang ibu yang menjadi salah satu korban dalam kecelakaan itu.
Penulis mengaku berada di gerbong yang sama dan sempat berinteraksi langsung di saat-saat terakhir.
“Teruntuk khusus seorang ibu yang terjepit di bagian belakang, sebelah kepala lokomotif. Saya tidak tahu siapa ibu, yang saya tahu ibu berbisik kepada saya dengan kata ‘tolong’ dan menggenggam jari telunjuk saya. Tiba-tiba ibu berhenti berbisik dan melepas genggaman. Saya cuma mau bilang ke ibu: maaf ya bu, saya tidak bisa menolong ibu. Selamat jalan ya bu, dan 15 wanita lainnya.” tulis pesan tersebut.
Tulisan tersebut diletakkan bersama rangkaian bunga di Stasiun Bekasi Timur, menjadi simbol penyesalan sekaligus ungkapan duka yang mendalam.
Banyak orang yang membaca pesan tersebut mengaku tidak kuasa menahan air mata.
Di media sosial, pesan ini dengan cepat menyebar dan mengundang berbagai reaksi dari warganet.
Banyak yang turut mendoakan para korban, serta memberikan dukungan moral kepada penulis pesan yang masih diliputi rasa trauma.
“Sudah tidak harus lari-larian di stasiun pas berangkat kerja lagi ya, istirahat yang tenang,” tulis salah satu warganet.
Komentar lain juga datang dari akun resmi KAI Commuter yang mengapresiasi empati masyarakat.
“Semoga doa dan bunga-bunga kita jadi pengantar untuk para korban dengan diberikan tempat terindah di sisi-Nya. Terima kasih juga sudah hadir mendoakan dan berbagi empati,” tulisnya.
Momen ini menjadi bukti bahwa di tengah tragedi, masih ada rasa kemanusiaan yang begitu kuat.
Karangan bunga yang memenuhi Stasiun Bekasi Timur bukan hanya simbol duka, tetapi juga wujud solidaritas dan kepedulian yang mendalam dari masyarakat. (adk)
Load more