tvOnenews.com - Aksi protes terhadap pemadaman listrik bergilir di Kalimantan Tengah menjadi perhatian publik setelah video penyegelan sementara Kantor PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Palangka Raya beredar luas di media sosial. Rekaman yang diunggah akun TikTok @akunCeritaOomBM pada Senin (3/8/2026) memperlihatkan massa mendatangi kantor PLN di Jalan Ahmad Yani, Palangka Raya.
Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa aksi dilakukan oleh Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap (GPG) bersama Persatuan Insan Perunggasan (Insar) Kalimantan Tengah. Selain melakukan penyegelan sementara, massa juga meletakkan bangkai ayam yang telah membusuk di halaman kantor sebagai bentuk protes terhadap gangguan pasokan listrik yang dinilai merugikan peternak.
"Harus pakai cara ekstrim begini supaya telinga dan empati manajemen PLN berfungsi. Kalau sudah dipancing pakai aroma busuk bangkai ayam, semoga bau busuk ribuan ayam di kantor kalian sukses menempel di ruang AC yang nyaman itu yang dibayar dari keringat rakyat yang kalian busukkan," tulis akun tersebut.
Unggahan itu menjelaskan bahwa sebagian besar peternakan ayam di Kalimantan Tengah menggunakan sistem kandang tertutup (close house) yang bergantung pada pasokan listrik untuk mengoperasikan kipas ventilasi dan menjaga sirkulasi udara. Ketika listrik padam, suhu di dalam kandang meningkat dengan cepat sehingga menyebabkan ayam mengalami stres hingga mati.
Meski sejumlah peternak memiliki generator cadangan, biaya operasional yang tinggi disebut menjadi kendala apabila harus digunakan dalam waktu lama. Menurut unggahan tersebut, kerugian yang dialami peternak mencapai ratusan juta rupiah. Bahkan, satu kandang berkapasitas sekitar 40.000 ekor ayam disebut berpotensi mengalami kerugian hingga Rp360 juta.
Para peternak, lanjut unggahan itu, meminta PLN segera memulihkan pasokan listrik, memberikan penjelasan atas gangguan yang terjadi, bertanggung jawab terhadap dampak yang ditimbulkan, serta menyiapkan kompensasi atas kerugian yang mereka alami. Massa juga dikabarkan mengancam akan kembali mengirimkan bangkai ayam apabila tuntutan tersebut tidak mendapat respons.
"Telat bayar semenit, surat peringatan datang secepat kilat. Ribuan ayam peternak mati karena listrik mati berhari-hari, PLN-nya mendadak amnesia," tulis akun tersebut.
Unggahan itu juga mengkritik sikap PLN yang dinilai tidak sebanding dengan perlakuan terhadap pelanggan yang terlambat membayar tagihan listrik.
"Kompensasi paling cuma templated 'Mohon maaf atas ketidaknyamanannya'. Maaf kalian tidak bisa dipakai buat bayar pakan ayam dan cicilan peternak yang hancur lebur dalam semalam," demikian isi unggahan tersebut.
Menanggapi persoalan itu, General Manager PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono, menjelaskan bahwa gangguan pasokan listrik dipicu oleh kerusakan generator di PLTU Asam-Asam. Pada saat bersamaan, dua unit pembangkit milik Independent Power Producer (IPP) juga mengalami gangguan berupa kebocoran pada pipa boiler dan turbin sehingga kapasitas pasokan listrik ke sistem menurun.
Kondisi tersebut membuat PLN menerapkan pengaturan beban secara terbatas di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah guna menjaga kestabilan sistem kelistrikan selama proses perbaikan berlangsung.
Iwan mengatakan, PLN telah mengerahkan seluruh personel untuk mempercepat pemulihan pembangkit yang mengalami gangguan. Ia juga mengimbau masyarakat agar mengurangi penggunaan listrik, terutama pada pukul 18.00 hingga 21.00 WIB, serta menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan selama pemadaman bergilir berlangsung.
Â
Load more