Cari

Senin, 14 September 2026

Tutup
Pergerakan tanah di Desa Waringinsari, Takokak, Cianjur terus meluas sehingga jumlah rumah warga yang rusak terus bertambah.
Sumber :
  • Antara

Korban Pergeseran Tanah di Takokak Cianjur Bertambah Jadi 278 KK, Warga Keluhkan Susah Dapat Air Bersih

Petugas gabungan mencatat jumlah korban pergeseran tanah di Desa Waringinsari, Takokak, Kabupaten Cianjur bertambah menjadi 278 kepala keluarga.
Jumat, 27 Desember 2024 - 22:03 WIB

Jakarta, tvOnenews.com - Petugas gabungan mencatat jumlah korban pergeseran tanah di Desa Waringinsari, Takokak, Kabupaten Cianjur bertambah menjadi 278 kepala keluarga.

Adapun pergeseran tanah itu juga terjadi, karena curah hujan masih tinggi dengan intensitas lebih dari dua jam setiap harinya.

Kepala Desa Waringinsari, Nadir Muharam Abdurahman mengatakan, puluhan kepala keluarga korban pergeseran tanah di wilayahnya masuk dalam penambahan dengan kategori terancam.

Puluhan rumah mulai terjadi keretakan di bagian dinding seiring curah hujan yang tinggi selama tiga hari terakhir.

"Kerusakan rumah bertambah di Kampung Bobojong, Sukarama, dan Cimanggu, di mana sebagian besar warga masih bertahan di rumahnya masing-masing karena kategorinya terancam, namun saat hujan turun mereka mengungsi ke rumah saudaranya," kata Nadir dalam keterangannya, Jumat (27/12).

Dia menjelaskan, kerusakan ratusan rumah itu sudah dilaporkan ke BPBD Cianjur dan dilakukan pendataan ulang agar warga mendapatkan bantuan perbaikan dari pemerintah pusat.

Sementara, saat ini ratusan kepala keluarga korban pergeseran tanah tersebut mengeluhkan susahnya mendapatkan air bersih, karena saluran induk air ke sejumlah kampung rusak parah akibat pergerakan tanah.

"Saluran air tersebut mengairi hampir seluruh kampung di desa kami, sehingga mengancam pertanian warga, termasuk sawah warga yang saat ini sedang masa tanam dan masa pemeliharaan. Proses perbaikan dilakukan secara gotong-royong oleh warga," ujarnya.

Nadir menambahkan, pihaknya berharap pemerintah daerah dapat membantu dengan menurunkan alat berat untuk memperbaiki saluran air, karena jika dikerjakan secara manual cukup sulit dan membutuh waktu cukup lama.

"Untuk logistik yang masih tersedia meski sedikit seperti beras dan mi instan, yang lainnya sudah habis, harapan kami ada bantuan karena sebagian besar warga terdampak masih mengungsi meski ke rumah saudaranya," kata dia. (ant/dpi)

 

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Jangan Lewatkan

img_title

Pemkab Bandung Pastikan Kesiapan Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup

Persiapan dimulai dari fasilitas-fasilitas stadion yang memenuhi standard FIFA.
img_title

I.League Pastikan Larangan Suporter Tandang Resmi Dicabut Musim Depan

Kebijakan larangan ini sudah berjalan sekitar empat tahun di kompetisi sepak bola tanah air, sejak Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022.
img_title

PSSI Evaluasi Total Kegagalan Piala AFF 2026

Evaluasi total setelah Timnas Indonesia gagal melaju ke semifinal Piala AFF 2026.
img_title

Kontroversi Piala Dunia Bikin Gianni Infantino Kehilangan Dukungan Internal

FIFA dilanda gejolak setelah Gianni Infantino dikritik elite internal akibat polemik penjualan saham Piala Dunia. Dukungan terhadapnya pun mulai menyusut.
img_title

Maarten Paes dan Emil Audero Hadapi Persaingan

Maarten Paes dan Emil Audero sama-sama menghadapi ancaman berkurangnya menit bermain bersama klub masing-masing menjelang bergulirnya musim baru.
img_title

Reidel Toiran Hargai Keputusan Rivan Nurmulki dan Nizar Zulfikar untuk Pensiun dari Timnas Voli Indonesia

Sempat mendapatkan panggilan dari PBVSI sebelum AVC Men's Cup 2026, Rivan Nurmulki dan Nizar Zulfikar memutuskan untuk mundur dari Timnas Voli Indonesia.