Cari

Sabtu, 22 Agustus 2026

Tutup
Korban perundungan sekaligus pelecehan seksual D (12) asal Cibatu, Garut
Sumber :
  • Ilham Ariyansyah/tvOne

Update Terkini Bocah Korban Perundungan dan Pelecehan Seksual Asal Garut, Kuasa Hukum Beberkan Keadaanya

Kuasa hukum bocah perempuan berinisial D, asal Cibatu, Garut beberkan perkembangan kondisi korban yang sebelumnya jadi korban perundungan dan pelecehan seksual.
Minggu, 12 Januari 2025 - 20:37 WIB

Bandung, tvOnenews.com - Kuasa hukum bocah perempuan berinisial D (12) siswa SD asal Cibatu, Kabupaten Garut membeberkan perkembangan kondisi korban yang sebelumnya menjadi korban perundungan dan pelecehan seksual hingga mengalami infeksi pada bagian organ intimnya.

Kuasa hukum menyampaikan pelajar berinsial D tersebut menjadi korban perundungan dan kekerasan seksual teman sebayanya, sudah dimintai keterangan tambahan. 

Hal itu dilakukan untuk melengkapi penyelidikan dari pihak kepolisian. 

“Klien, anak korban dimintai keterangan tambahan Sabtu sore,” kata Muhammad Nurdin saat dihubungi pada Minggu (12/1/2025).

Nurdin mengatakan data tersebut berdasarkan informasi yang diterima oleh pihaknya dari penyidik. Hal ini terkonfirmasi UPTD P2TP2A Garut.

“Berdasar info langsung via telepon dari Penyidik (ibu Julia), hal ini terkonfirmasi juga dari Pendamping di Rumah Aman UPTD P2TP2A Garut,” kata dia.

Sedangkan untuk, para Anak Berrhadapan Dengan Hukum (ABH), sudah dilakukan pemeriksaan pada Sabtu pagi kemarin. 

“ABH baru diperiksa pagi (Sabtu), tadi saya, dapat info langsung dari penyidik kasus ini (Ibu Julia),”katanya.

Sebelumnya, seorang bocah perempuan berinisial D (12), pelajar sekolah dasar asal Kabupaten Garut, diduga menjadi korban perundungan dan kekerasan yang dilakukan teman sebayanya sejak masih di taman kanak-kanak (TK).

Kasus tersebut semakin memprihatinkan karena korban mengalami luka serius di bagian kelaminnya, yang kini mengakibatkan pembengkakan dan infeksi.

Sebelumnya juga orangtua D yakni Linda Atikah kini hanya mengandalkan bantuan dari keluarganya untuk kebutuhan sehari-hari. 

Sebab, sejak anaknya mengalami perundungan dan pelecehan seksual tersebut orang tua korban yang sebelumnya memiliki usaha warung kelontong harus rela tutup. Lantaran mendapatkan stigma negatif dari tetangganya tempat ia tinggal.

Saat ini ibu korban Linda Atikah yang merupakan single parents tersebut memboyong korban D bersama adiknya tinggal di sebuah kontrakan di gang sempit yang berada di Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung.

Linda mengungkapkan selain menghindari stigma negatif dari tetangganya. Ia berpindah karena ingin menghilangkan rasa trauma anaknya yang sering mengalami rasa takut ketika bertempat tinggal di rumah lama yaitu di Cibatu Garut.

Namun saat pencaharian satu-satunya usaha warung miliknya itu hilang karena usaha warung ditutup dan saat ini hanya mengandalkan bantuan saja.(iah/muu)

 

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Jangan Lewatkan

img_title

Pemkab Bandung Pastikan Kesiapan Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup

Persiapan dimulai dari fasilitas-fasilitas stadion yang memenuhi standard FIFA.
img_title

I.League Pastikan Larangan Suporter Tandang Resmi Dicabut Musim Depan

Kebijakan larangan ini sudah berjalan sekitar empat tahun di kompetisi sepak bola tanah air, sejak Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022.
img_title

PSSI Evaluasi Total Kegagalan Piala AFF 2026

Evaluasi total setelah Timnas Indonesia gagal melaju ke semifinal Piala AFF 2026.
img_title

Kontroversi Piala Dunia Bikin Gianni Infantino Kehilangan Dukungan Internal

FIFA dilanda gejolak setelah Gianni Infantino dikritik elite internal akibat polemik penjualan saham Piala Dunia. Dukungan terhadapnya pun mulai menyusut.
img_title

Maarten Paes dan Emil Audero Hadapi Persaingan

Maarten Paes dan Emil Audero sama-sama menghadapi ancaman berkurangnya menit bermain bersama klub masing-masing menjelang bergulirnya musim baru.
img_title

Reidel Toiran Hargai Keputusan Rivan Nurmulki dan Nizar Zulfikar untuk Pensiun dari Timnas Voli Indonesia

Sempat mendapatkan panggilan dari PBVSI sebelum AVC Men's Cup 2026, Rivan Nurmulki dan Nizar Zulfikar memutuskan untuk mundur dari Timnas Voli Indonesia.