Bandung, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengungkapkan rencana besar yang akan mengubah wajah Kota Depok dalam beberapa tahun ke depan.
Salah satu proyek prioritas yang menjadi sorotan adalah pembangunan underpass di kawasan Stasiun Citayam yang direncanakan mulai direalisasikan pada tahun 2027.
Langkah ini diambil sebagai solusi untuk mengurai kemacetan yang selama ini menjadi masalah klasik di sekitar Stasiun Citayam.
Kawasan tersebut dikenal sebagai salah satu titik paling padat, terutama saat jam sibuk, karena menjadi perlintasan utama warga Depok dan Bogor.
Menurut Dedi Mulyadi, pembangunan underpass bukan sekadar proyek infrastruktur biasa, melainkan bagian dari upaya besar untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Ia menekankan bahwa pemerintah harus mampu mengelola anggaran dengan baik agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh rakyat.
“Bagaimana caranya merubah masyarakat ini agar maju, pemimpinnya harus bisa mengatur uang agar pendapatan pajak kembali ke rakyat. Tidak boleh lagi ada jalan rusak, saluran air mampet, atau kemacetan yang terus terjadi,” ujar Dedi Mulyadi saat menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun Kota Depok ke-27.
Tak hanya underpass, Dedi juga mengungkap rencana pembangunan flyover yang akan menghubungkan Depok dengan Kabupaten Bogor melalui jalur strategis Jalan Raya Bogor-Parung atau Bomang.
Proyek ini diharapkan dapat menjadi solusi tambahan dalam mengurangi beban lalu lintas yang selama ini kerap menimbulkan kemacetan panjang.
Selain fokus pada infrastruktur transportasi, Dedi Mulyadi juga menyoroti pentingnya ruang terbuka hijau dan fasilitas rekreasi bagi masyarakat.
Ia menyadari bahwa tidak semua warga memiliki kemampuan untuk berlibur ke luar kota, sehingga pemerintah perlu menyediakan alternatif hiburan yang terjangkau bahkan gratis.
Salah satu proyek yang cukup menarik perhatian adalah rencana pembangunan taman air mancur di Kota Depok.
Proyek ini digadang-gadang akan menjadi ikon baru sekaligus ruang publik yang bisa dinikmati seluruh kalangan masyarakat.
“Penduduk Depok semakin banyak, ruangnya semakin terbatas. Rakyat butuh rekreasi. Tidak semua orang punya uang untuk liburan, maka harus disiapkan ruang terbuka yang layak,” jelasnya.
Taman air mancur ini nantinya tidak hanya berfungsi sebagai tempat hiburan, tetapi juga menjadi simbol kebanggaan kota.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Kota Depok juga akan melakukan revitalisasi danau-danau yang ada agar bisa dimanfaatkan sebagai area olahraga seperti jogging track, sekaligus memperindah lingkungan.
Di sisi lain, Dedi Mulyadi juga menyinggung persoalan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Ia berkomitmen untuk bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam menyediakan hunian yang layak, termasuk pembangunan apartemen khusus bagi warga kurang mampu.
Tak berhenti di situ, rencana pembangunan Kampung Budaya Betawi juga menjadi bagian dari visi besar tersebut.
Kehadiran kawasan budaya ini diharapkan mampu melestarikan kearifan lokal sekaligus menjadi destinasi wisata edukatif di tengah perkembangan kota yang semakin pesat.
Dengan berbagai proyek yang telah dirancang, Depok diproyeksikan akan mengalami transformasi signifikan dalam beberapa tahun ke depan.
Mulai dari pengurangan kemacetan, peningkatan kualitas lingkungan, hingga hadirnya ruang rekreasi yang lebih inklusif bagi seluruh masyarakat. (adk)
Load more