Cari

Senin, 10 Agustus 2026

Tutup
Perumnas Kembangkan Hunian "Green Living" di Kabupaten Bandung
Sumber :
  • Antara Foto

Perumnas Kembangkan Hunian "Green Living" di Kabupaten Bandung

Perum Perumnas menyediakan perumahan terjangkau bagi masyarakat, dengan menghadirkan konsep green living di proyek Samesta Pasadana di Bandung, Jawa Barat.
Rabu, 1 Januari 2025 - 13:22 WIB

Bandung, tvOnenews.com - Perum Perumnas terus menunjukkan komitmennya dalam menyediakan perumahan terjangkau bagi masyarakat, kali ini dengan menghadirkan konsep green living di proyek Samesta Pasadana di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Konsep ini dirancang untuk menciptakan lingkungan yang berkelanjutan, sehat, dan ramah lingkungan bagi para penghuninya.

Direktur Utama Perum Perumnas, Budi Saddewa Soediro, menjelaskan bahwa proyek Samesta Pasadana merupakan wujud inovasi Perumnas dalam memenuhi kebutuhan hunian masyarakat modern dengan pendekatan ramah lingkungan.

“Dukungan dari pemerintah, termasuk Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman melalui bantuan PSU (prasarana, sarana dan utilitas umum) pun menjadi hal yang sangat kami apresiasi dan dapat menjadi dorongan signifikan dalam percepatan pengembangan proyek ini,” ujar Budi dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu.

Samesta Pasadana dirancang dengan prinsip green living yang melibatkan:

  1. Ruang terbuka hijau yang optimal.

  2. Penggunaan material ramah lingkungan.

  3. Konsep drainase berwawasan lingkungan seperti kolam retensi untuk pengelolaan air hujan.

  4. Infrastruktur pendukung yang efisien dan berkelanjutan.

Selain itu, proyek ini didukung oleh pemerintah, termasuk bantuan prasarana, sarana, dan utilitas umum (PSU) dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Dukungan ini menjadi dorongan penting dalam mempercepat pengembangan proyek.

Budi juga menambahkan bahwa 48% dari total hunian di Samesta Pasadana merupakan rumah subsidi dengan skema FLPP, sebagai bagian dari komitmen Perumnas untuk menyediakan hunian terjangkau bagi masyarakat.

Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, Perumnas optimis dapat berkontribusi pada program nasional 3 juta rumah, yang bertujuan meningkatkan akses masyarakat terhadap hunian layak dan terjangkau.

Kunjungan Menteri PKP Maruarar Sirait ke proyek Samesta Pasadana pada Minggu (29/12) menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah, BUMN, dan pemangku kepentingan lain dalam penyediaan perumahan berkualitas.

"Saya setiap kunjungan ke perumahan mau bertemu warga karena ujung semua kebijakan itu untuk warga penghuni sebagai konsumen. Untuk itu saran saya dikumpulkan semua aspirasi warga untuk ditindaklanjuti, seperti tadi ada warga yang minta dibangunkan masjid, mulai dibangun tahun depan ya karena ini aspirasi warga," ujar Maruarar saat meninjau proyek tersebut.

Kunjungan ke Samesta Pasadana merupakan bagian dari rangkaian tinjauan Menteri PKP bersama Menteri BUMN Erick Thohir terhadap berbagai proyek Perumnas lainnya, seperti Samesta Mahata Margonda Depok, Samesta Mahata Tanjung Barat Jakarta, dan aset Perumnas di Blok K Pulogebang.

Tinjauan ini juga bertujuan untuk memastikan kesiapan penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan skema FLPP di tahun 2025, guna mendukung percepatan pembangunan hunian layak di seluruh Indonesia. (ant/nsp)

 

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Jangan Lewatkan

img_title

Komjak Soroti Penyelidikan Proyek Rumah Eks Pejuang Timtim, Wamen PU Masih Didalami

Diharapkan dilakukan secara transparan, profesional, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
img_title

Kontroversi Piala Dunia Bikin Gianni Infantino Kehilangan Dukungan Internal

FIFA dilanda gejolak setelah Gianni Infantino dikritik elite internal akibat polemik penjualan saham Piala Dunia. Dukungan terhadapnya pun mulai menyusut.
img_title

Maarten Paes dan Emil Audero Hadapi Persaingan

Maarten Paes dan Emil Audero sama-sama menghadapi ancaman berkurangnya menit bermain bersama klub masing-masing menjelang bergulirnya musim baru.
img_title

Reidel Toiran Hargai Keputusan Rivan Nurmulki dan Nizar Zulfikar untuk Pensiun dari Timnas Voli Indonesia

Sempat mendapatkan panggilan dari PBVSI sebelum AVC Men's Cup 2026, Rivan Nurmulki dan Nizar Zulfikar memutuskan untuk mundur dari Timnas Voli Indonesia.
img_title

Hector Souto Berharap Pemain Indonesia Dilirik Klub Spanyol

Saat ini kendala para pemain Indonesia yang tidak memperoleh pinangan karena kurangnya exposure yang menyebabkan mereka tidak masuk dalam radar klub-klub luar negeri seperti Spanyol.
img_title

Adhyaksa FC Ubah Nama Jelang Musim Baru

Presiden Klub Adhyaksa FC Eko Setyawan dalam keterangannya di  Palangka Raya