Cari

Selasa, 18 Agustus 2026

Tutup
Polres Cimahi mengungkap kasus arisan online bodong hingga para korban mengalami kerugian sebesar Rp400 juta.
Sumber :
  • Ilham Ariyansyah/tvOne

Kerap Tipu Sejumlah Orang Bermodus Arisan Ratusan Juta, 2 IRT Asal Kota Cimahi Diciduk Polisi

Dari kasus arisan bodong tersebut, Satreskrim Polres Cimahi menetapkan dua wanita asal Kota Cimahi, Jawa Barat berinisial NK (33) dan PSR (27) sebagai tersangka
Senin, 20 Januari 2025 - 16:25 WIB

Cimahi, tvOnenews.com - Polres Cimahi mengungkap kasus arisan online bodong hingga para korban mengalami kerugian sebesar Rp400 juta.

Dari kasus arisan bodong tersebut, Satreskrim Polres Cimahi menetapkan dua wanita asal Kota Cimahi, Jawa Barat, berinisial NK (33) dan PSR (27) sebagai tersangka.

Kapolres Cimahi AKBP Tri Suhartanto mengungkapkan kedua pelaku sindikat arisan bodong tersebut merupakan Ibu Rumah Tangga (IRT) yang gemar promosi di media sosial. 

"Kita mengungkap tindak pidana penipuan dengan modus arisan online, kita amankan dua orang tersangka NK dan PSR, keduanya adalah ibu rumah tangga asal Cimahi," kata Tri Suhartanto, Senin (20/1/2025).

Polres Cimahi mengungkap kasus arisan online bodong hingga para korban mengalami kerugian sebesar Rp400 juta.
Polres Cimahi mengungkap kasus arisan online bodong hingga para korban mengalami kerugian sebesar Rp400 juta.
Sumber :
  • Ilham Ariyansyah/tvOne

 

Tri mengatakan NK dan PSR menjaring para korban melalui platform media sosial Instagram yang telah ditautkan dengan link aplikasi pesan singkat WhatsApp. 

Kedua tersangka juga kerap mengunggah rentetan pemenang arisan agar calon korban makin percaya. 

"Pelaku membuat akun di medsos Instagram nama akun @arisan_bymakhdif yang langsung nge-link ke WA. Ditawari, diiming-imingi dengan keuntungan yang variatif, korban terbuai, karena setiap harinya pelaku mempromosikan pemenang tiap hari sehingga korban terbuai. Namun saat hari kemenangan yang dijanjikan, uang itu tidak diberikan," katanya.

Sejauh ini, kata AKBP Tri baru ada 3 laporan polisi dengan 8 korban yang mengalami kerugian Rp400 juta. 

Penyidik masih melakukan pengembangan untuk menyelidiki kemungkinan ada korban lain mengingat ada lebih dari 200 orang yang telah menjadi member dari arisan bodong tersebut.

"Grup WA dari kedua orang tersebut lebih dari 200 orang membernya. Tidak menutup kemungkinan korban bisa lebih banyak," ucapnya.

Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 372 dan 378 KUH Pidana tentang tindak pidana penipuan dan atau penggelapan.

"Dengan ancaman pidana penjara paling lama 4 tahun," tandasnya. (iah/muu)

 

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Jangan Lewatkan

img_title

Pemkab Bandung Pastikan Kesiapan Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup

Persiapan dimulai dari fasilitas-fasilitas stadion yang memenuhi standard FIFA.
img_title

I.League Pastikan Larangan Suporter Tandang Resmi Dicabut Musim Depan

Kebijakan larangan ini sudah berjalan sekitar empat tahun di kompetisi sepak bola tanah air, sejak Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022.
img_title

PSSI Evaluasi Total Kegagalan Piala AFF 2026

Evaluasi total setelah Timnas Indonesia gagal melaju ke semifinal Piala AFF 2026.
img_title

Kontroversi Piala Dunia Bikin Gianni Infantino Kehilangan Dukungan Internal

FIFA dilanda gejolak setelah Gianni Infantino dikritik elite internal akibat polemik penjualan saham Piala Dunia. Dukungan terhadapnya pun mulai menyusut.
img_title

Maarten Paes dan Emil Audero Hadapi Persaingan

Maarten Paes dan Emil Audero sama-sama menghadapi ancaman berkurangnya menit bermain bersama klub masing-masing menjelang bergulirnya musim baru.
img_title

Reidel Toiran Hargai Keputusan Rivan Nurmulki dan Nizar Zulfikar untuk Pensiun dari Timnas Voli Indonesia

Sempat mendapatkan panggilan dari PBVSI sebelum AVC Men's Cup 2026, Rivan Nurmulki dan Nizar Zulfikar memutuskan untuk mundur dari Timnas Voli Indonesia.