Cari

Minggu, 02 Agustus 2026

Tutup
Ustaz Adi Hidayat (UAH) sarankan orang tua tidak boleh sembarangan bawa anak ke masjid
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Adi Hidayat Official

Ustaz Adi Hidayat Peringatkan Jangan Sembarangan Ajak Anak ke Masjid, Meski Tujuannya Ajarkan Shalat tapi Sebabkan ini

Ustaz Adi Hidayat (UAH) secara halus memberikan nasihat, sekaligus mengingatkan para orang tua yang membawa anak ke masjid tidak boleh dilakukan sembarangan.
Jumat, 31 Januari 2025 - 23:04 WIB

tvOnenews.com - Ustaz Adi Hidayat secara halus memberikan nasihat, sekaligus mengingatkan para orang tua yang membawa anak ke masjid.

Ustaz Adi Hidayat memahami betul, orang tua mengajak anak untuk cepat paham agama, terutama pelaksanaan shalat yang terjadi di masjid.

Menurut Ustaz Adi Hidayat (UAH), anak diajak orang tua ke masjid, minimal harus membutuhkan persiapan yang matang.

UAH mencontohkan orang tua setidaknya menjelaskan kepada anak terkait tujuan pergi ke masjid, semisalnya untuk melaksanakan shalat.

"Orang-orang dulu ngajak anak ke masjid itu sebelum berlangsung shalat sudah diperkenalkan dengan masjid," ungkap UAH dalam suatu ceramah dilansir tvOnenews.com dari kanal YouTube MANG IONE, Jumat (31/1/2025).

Ilustrasi anak kecil bermain di bagian halaman masjid
Ilustrasi anak kecil bermain di bagian halaman masjid
Sumber :
  • iStockPhoto

 

Orang tua berkeinginan anak, segera mengetahui seputar pelaksanaan shalat sangat mulia. Mereka memilih cara mengajaknya ke masjid.

Senada hadis riwayat disahihkan Al Albani, orang tua harus niat mengajari anak untuk shalat saat dibawa ke masjid, Rasulullah SAW bersabda:

"Perintahkan anak-anak kalian untuk shalat ketika usianya 7 tahun. Dan pukullah mereka ketika usianya 10 tahun. Dan pisahkanlah tempat tidurnya." (HR. Abu Dawud)

Pengenalan memahami betapa pentingnya shalat sejak dini, telah melakukan kebiasaan baik. Terutama bagi orang tua sengaja mengajak buah hatinya ke masjid.

Selain untuk melatih shalat juga menumbuhkan kecintaan bahwa, masjid sebagai tempat ibadah paling suci dan harus difungsikan setiap waktu.

Kemudian, orang tua membawa anak juga memberikan pesan tersirat, belajar adab di masjid pembekalan untuk mereka ketika dewasa nanti.

Anak-anak semakin bertumbuh dewasa juga tidak akan kaget lagi, bahwasanya telah diajarkan untuk membiasakan diri shalat berjamaah dan mengisi amalan ibadah lainnya di masjid.

Namun, pemahaman ilmu agama dengan mengajak anak ke masjid juga tidak boleh sembarangan. UAH menyebutkan ada beberapa hal, salah satunya ketepatan waktu membawa buah hati ke tempat ibadah.

Direktur Quantum Akhyar Institute itu lebih menyoroti kekhusyukkan dalam aktivitas shalat. Kehadiran anak-anak bisa mengganggu orang yang beribadah di masjid.

Tidak asing lagi apabila ada pelaksanaan shalat berjamaah mendengar suara bising, kebanyakan anak-anak bermain rentan mengganggu ibadahnya menjadi tak khusyuk.

"Misal dia (perempuan) baru punya anak yang diberikan ASI atau anak yang harus dirawat yang kalau dibawa ke masjid justru bisa memberikan gangguan kepada orang shalat yang lain dan bisa mengurangi rasa khusyuk," terang dia.

UAH kembali menjelaskan persiapan segala hal sangat penting. Contohnya bisa mengacu pada pelaksanaan shalat Dzuhur, jadwal biasanya baru tiba pada pukul 12.00 atau jam 12 siang.

Orang tua bisa mengajak anak lebih dulu untuk mengenali minimal kondisi masjid, dapat dilakukan pada jam 10-11 siang.

"Kenalkan masjid lihatin ini tempat untuk khutbahnya, ini mimbarnya, ini saf-safnya. Shalatnya seperti ini," ucapnya.

Ia sebenarnya tidak jauh mempermasalahkan masjid sebagai salah satu sarana anak-anak bermain, bahkan sampai ada berlarian ke sana ke sini. Hal ini menjadi upaya orang tua walaupun tetap mengikuti kadar ketentuan yang berlaku.

"Biarkan masuk lari-lari di masjid, lewat sana-sini. Setelah dia mulai agak nyaman, baru sampaikan ini rumah Allah, Allah yang sayang pada Papa, yang memberikan rezeki, memberikan kamu main-mainan, membuat kita hidup nyaman itu Allah," jelasnya.

Jauh sebelum pergi ke masjid, UAH menyarankan para orang tua minimal juga memberikan pemahaman tentang amalan doa dan adab hendak masuk masjid.

Selain itu, anak-anak mendapat ajaran bahwa tujuan pergi ke masjid adalah beribadah, bukan wahana permainan, apalagi terjadi saat pelaksanaan shalat berjamaah.

"Mohon maaf, di rumah disuruh ke masjid bukan untuk shalat malah disuruh main," tandasnya.

(iwh/hap)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Jangan Lewatkan

img_title

Status Tersangka Bertahun-tahun, Pakar Nilai Kasus Denny Perlu Kepastian Hukum

Sorotan muncul di tengah aktivitas yang belakangan aktif menyuarakan isu pemberantasan korupsi dan penegakan hukum.
img_title

Hector Souto Berharap Pemain Indonesia Dilirik Klub Spanyol

Saat ini kendala para pemain Indonesia yang tidak memperoleh pinangan karena kurangnya exposure yang menyebabkan mereka tidak masuk dalam radar klub-klub luar negeri seperti Spanyol.
img_title

Adhyaksa FC Ubah Nama Jelang Musim Baru

Presiden Klub Adhyaksa FC Eko Setyawan dalam keterangannya di  Palangka Raya
img_title

Bepe sebut Beckham dan Rayhan Bisa Jadi Pembeda di Timnas Indonesia

Bambang menjelaskan Beckham Putra dan Rayhan Hannan cukup menyita perhatiannya sebagai mantan penyerang timnas Indonesia.
img_title

PSIM Yogyakarta Boyong Bek Kiri Ceko Ondrej Rudzan

Setelah lebih dulu merekrut gelandang asal Polandia, Adrian Purzycki, Laskar Mataram kini resmi mengamankan jasa bek kiri asal Republik Ceko, Ondrej Rudzan.
img_title

Tanggal 14 Mei 2026 Hari Libur Apa? Ada Long Weekend Pekan Ini

anggal 14 Mei 2026 diperingati sebagai Hari Kenaikan Yesus Kristus dan menjadi hari libur nasional di Indonesia. Yuk, simak jadwal long weekend pekan ini!