Cari

Selasa, 13 Oktober 2026

Tutup
Pj Gubernur Jawa Barat Bey Triadi Machmudin.
Sumber :
  • Antara

PJ Gubernur Jawa Barat Bey Triadi Dorong Satgas Pangan Tingkatkan Produktivitas

Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat, Bey Triadi Machmudin berharap kehadiran Satgas Pangan bisa berperan penting untuk optimalisasi tingkatkanproduktivitas padi.
Selasa, 17 Desember 2024 - 05:30 WIB

Bandung, tvOnenews.com - Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat, Bey Triadi Machmudin, menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) berharap kehadiran Satgas Pangan dapat berperan optimal dalam meningkatkan produktivitas padi.

Pasalnya, pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian (Kementan) menetapkan target yang cukup tinggi bagi Jawa Barat, yakni mencapai 11,08 juta ton gabah kering giling (GKG) pada tahun ini.

"Jadi kenapa dibentuk, karena saya yakin sebetulnya produksi di Jawa Barat khususnya padi itu bisa memenuhi target," kata Bey usai ratas bersama Satgas Pangan di Gedung Sate Bandung, Senin (16/12/2024).

Namun, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), produksi GKG Jawa Barat pada tahun 2024 tercatat hanya mencapai 8,5 juta ton.

Oleh karena itu, Bey menyebutkan bahwa Pemprov Jabar akan mengadakan rekonsiliasi dengan pemerintah kabupaten/kota serta Satgas Pangan untuk melakukan pendataan tambahan sebagai pembanding terhadap data BPS.

“Dengan adanya Satgas Pangan ini, kami ingin lebih detail lagi. Jadi nanti saya berharap ada tiga data jadinya, BPS, penyuluh yang langsung di lapangan dan dinas kota (kabupaten)," ucapnya.

Ia juga menekankan bahwa, menurut data Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) Jawa Barat, produksi GKG di wilayah tersebut sebenarnya lebih tinggi dari 8,5 juta ton, meskipun belum mencapai target 11,08 juta ton.

"Masalah metode perhitungannya. Kita 11,08 (target). Selisih jauh di atas dengan data BPS (capaian GKG). Kan ini 8,5. Tadi disampaikan Pak Dadan (DTPH) cukup jauh juga, walaupun masih di bawah target nasional. Jauh ( masih di atas tahun kemarin 9 juta ton GKG)," katanya.

Jika produksi benar-benar hanya 8,5 juta ton, lanjut Bey, maka posisi Jawa Barat akan turun ke peringkat ketiga nasional, di bawah Jawa Tengah.

"Tapi kalau hitungan kepala dinas (DTPH, Dadan Hidayat) itu, peringkat 2. Kami inginnya peringkat 1," ujarnya.

Pemprov Jabar berharap, dengan keberadaan Satgas Pangan, kerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota bisa semakin solid, sehingga kebijakan yang diambil sesuai dengan harapan.

"Tapi kami juga (ingin) Satgas Pangan ini tidak hanya padi tapi juga yang lain juga. Perikanan, seperti apa," kata dia.

Selain itu, pada awal 2025, akan dilakukan koordinasi dengan 27 kabupaten/kota untuk membahas roadmap pangan di Jawa Barat.

"Karena selama ini sepertinya kita hanya sibuk di produksi bagaimana, pupuk bagaimana, benih bagaimana. Tapi bagaimana ke depan seperti apa. Petani ini seperti apa, kita harus perhatikan kesejahteraan. Itu mungkin yang kita bahas," tuturnya. (ant/nsp)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Jangan Lewatkan

img_title

Pemkab Bandung Pastikan Kesiapan Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup

Persiapan dimulai dari fasilitas-fasilitas stadion yang memenuhi standard FIFA.
img_title

I.League Pastikan Larangan Suporter Tandang Resmi Dicabut Musim Depan

Kebijakan larangan ini sudah berjalan sekitar empat tahun di kompetisi sepak bola tanah air, sejak Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022.
img_title

PSSI Evaluasi Total Kegagalan Piala AFF 2026

Evaluasi total setelah Timnas Indonesia gagal melaju ke semifinal Piala AFF 2026.
img_title

Kontroversi Piala Dunia Bikin Gianni Infantino Kehilangan Dukungan Internal

FIFA dilanda gejolak setelah Gianni Infantino dikritik elite internal akibat polemik penjualan saham Piala Dunia. Dukungan terhadapnya pun mulai menyusut.
img_title

Maarten Paes dan Emil Audero Hadapi Persaingan

Maarten Paes dan Emil Audero sama-sama menghadapi ancaman berkurangnya menit bermain bersama klub masing-masing menjelang bergulirnya musim baru.
img_title

Reidel Toiran Hargai Keputusan Rivan Nurmulki dan Nizar Zulfikar untuk Pensiun dari Timnas Voli Indonesia

Sempat mendapatkan panggilan dari PBVSI sebelum AVC Men's Cup 2026, Rivan Nurmulki dan Nizar Zulfikar memutuskan untuk mundur dari Timnas Voli Indonesia.
img_title