Cari

Selasa, 04 Agustus 2026

Tutup
Hanny Kristianto
Sumber :
  • YouTube/thesungkarsfamily

Hanny Kristianto Bongkar Penyebab Sertifikat Mualaf dr Richard Lee Dicabut, Ada 3 Kesalahan Fatal

Sertifikat mualaf dr Richard Lee dicabut oleh Hanny Kristianto. Ternyata ada tiga kesalahan fatal yang menjadi alasan utama, bukan karena maksiat.
Selasa, 5 Mei 2026 - 09:24 WIB

Bandung, tvOnenews.com - Nama Richard Lee kembali menjadi sorotan publik setelah kabar pencabutan sertifikat mualafnya mencuat.

Keputusan tersebut disampaikan langsung oleh Hanny Kristianto yang sebelumnya turut terlibat dalam proses administrasi keislaman sang dokter.

Kasus ini menarik perhatian karena terjadi di tengah persoalan hukum yang sedang dihadapi Richard Lee.

Publik pun bertanya-tanya, apa sebenarnya alasan di balik pencabutan sertifikat mualaf tersebut.

Diketahui, Richard Lee telah mengucapkan dua kalimat syahadat pada bulan Ramadhan tahun lalu.

Momen tersebut turut disaksikan oleh sejumlah tokoh, termasuk Felix Siauw dan Derry Sulaiman. Sejak saat itu, ia resmi memeluk agama Islam dan mendapatkan sertifikat mualaf sebagai bagian dari proses administrasi.

Namun, setelah lebih dari satu tahun berlalu, sertifikat tersebut justru dicabut.

Koh Hanny Kristianto pun memberikan penjelasan tegas terkait keputusan ini. Ia menegaskan bahwa pencabutan sertifikat bukan berarti membatalkan keislaman seseorang.

“Kami mencabut sertifikat, bukan membatalkan keislaman. Ini hanya soal administrasi,” jelasnya.

Ia juga menampik anggapan bahwa keputusan tersebut disebabkan oleh perilaku maksiat atau pelanggaran agama yang dilakukan Richard Lee.

dr Richard Lee
dr Richard Lee
Sumber :
  • YouTube/drRichardLee

 

Menurutnya, alasan pencabutan justru lebih kepada kesalahan administratif dan sikap yang dinilai tidak tepat dalam menggunakan sertifikat tersebut.

Kesalahan pertama yang disorot adalah tidak dimanfaatkannya sertifikat mualaf sebagaimana mestinya.

Koh Hanny menyebut bahwa hingga saat ini, status agama dalam KTP Richard Lee masih belum diubah, meskipun sudah memeluk Islam lebih dari satu tahun.

“Sudah satu tahun lebih tidak digunakan sebagaimana mestinya, KTP masih Katolik,” ungkapnya.

Hal ini dinilai sebagai bentuk pengabaian terhadap dokumen penting yang seharusnya menjadi dasar dalam administrasi kependudukan.

Selain itu, kondisi tersebut juga berpotensi menimbulkan konflik di kemudian hari, terutama dalam hal-hal sensitif seperti urusan jenazah.

Kesalahan kedua yang dianggap fatal adalah penggunaan sertifikat mualaf sebagai alat dalam proses hukum.

Koh Hanny mengungkap bahwa dokumen tersebut sempat digunakan dalam pelaporan atau perselisihan dengan sesama pihak.

Menurutnya, hal ini tidak sesuai dengan tujuan awal penerbitan sertifikat mualaf yang seharusnya bersifat administratif dan tidak digunakan untuk kepentingan konflik hukum.

“Kami tidak berkenan terlibat dalam perselisihan, apalagi sampai bolak-balik ke pengadilan,” tegasnya.

Sementara itu, kesalahan ketiga yang diungkap adalah terkait aktivitas ibadah yang dinilai tidak konsisten.

Koh Hanny menyebut bahwa Richard Lee diduga kembali melakukan ibadah di gereja setelah sebelumnya memeluk Islam.

Hal ini tentu menjadi sorotan serius karena berkaitan dengan konsistensi keyakinan seseorang setelah mengucapkan syahadat.

Meski demikian, Koh Hanny tetap menegaskan bahwa persoalan ini bukan untuk menghakimi, melainkan sebagai bagian dari pertimbangan administratif.

Selain tiga poin tersebut, Koh Hanny juga mengisyaratkan adanya alasan lain yang tidak dipublikasikan ke masyarakat.

Ia mengaku sebelumnya telah memberikan berbagai bimbingan, termasuk perlengkapan salat dan panduan bagi mualaf.

“Saya sudah memberikan perlengkapan salat, buku panduan, dan mengingatkan pentingnya salat. Tapi hidayah itu milik Allah,” ujarnya.

Kasus ini juga membuka kembali pemahaman publik tentang pentingnya sertifikat mualaf dalam sistem administrasi di Indonesia.

Dokumen tersebut menjadi syarat utama dalam pengurusan perubahan data agama di KTP, sehingga penggunaannya harus benar-benar sesuai dengan tujuan awal. (adk)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Jangan Lewatkan

img_title

Pemadaman Listrik Rugikan Peternak, GSBK Dorong Langkah Konkret PLN bagi Pelanggan

Peternak mengaku mengalami kerugian besar.
img_title

Kejati NTT Masih Dalami soal Proyek Rumah Eks Pejuang Timtim

Proses penyelidikan terkait proyek pembangunan 2.100 unit rumah bagi eks pejuang.
img_title

Reidel Toiran Hargai Keputusan Rivan Nurmulki dan Nizar Zulfikar untuk Pensiun dari Timnas Voli Indonesia

Sempat mendapatkan panggilan dari PBVSI sebelum AVC Men's Cup 2026, Rivan Nurmulki dan Nizar Zulfikar memutuskan untuk mundur dari Timnas Voli Indonesia.
img_title

Hector Souto Berharap Pemain Indonesia Dilirik Klub Spanyol

Saat ini kendala para pemain Indonesia yang tidak memperoleh pinangan karena kurangnya exposure yang menyebabkan mereka tidak masuk dalam radar klub-klub luar negeri seperti Spanyol.
img_title

Adhyaksa FC Ubah Nama Jelang Musim Baru

Presiden Klub Adhyaksa FC Eko Setyawan dalam keterangannya di  Palangka Raya
img_title

Bepe sebut Beckham dan Rayhan Bisa Jadi Pembeda di Timnas Indonesia

Bambang menjelaskan Beckham Putra dan Rayhan Hannan cukup menyita perhatiannya sebagai mantan penyerang timnas Indonesia.