Cari

Senin, 11 Mei 2026

Tutup
Banjir Bandang di Bogor
Sumber :
  • Instagram/dedimulyadi71

Bogor Kembali Dilanda Banjir Bandang, Dedi Mulyadi Beri Respons Tegas dan Soroti Penyebab Utama

Banjir bandang kembali melanda Bogor akibat curah hujan tinggi. Dedi Mulyadi soroti perubahan tata ruang dan kerusakan lingkungan sebagai penyebab utama.
Selasa, 5 Mei 2026 - 09:51 WIB

Bandung, tvOnenews.com - Banjir bandang kembali melanda wilayah Kabupaten Bogor, tepatnya di Kecamatan Sukamakmur, setelah curah hujan tinggi mengguyur kawasan tersebut dalam beberapa waktu terakhir.

Peristiwa ini kembali memicu kekhawatiran warga, terutama mereka yang tinggal di daerah rawan longsor dan aliran sungai.

Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, seorang warga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kondisi lingkungan yang semakin rusak.

Ia menyoroti maraknya pembangunan tempat wisata di kawasan perbukitan yang sebelumnya merupakan hutan dan daerah resapan air.

“Pak Dedi, tolong atensinya, kita yang ada di sini terancam sekali karena di bukit-bukit sudah banyak tempat wisata yang dibangun sehingga hutan ditebang,” ujar warga dalam video tersebut sambil memperlihatkan derasnya aliran air bah.

Menanggapi hal itu, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memberikan respons tegas terkait penyebab utama banjir bandang yang kembali terjadi di Bogor.

Ia menyebut bahwa bencana tersebut tidak hanya dipicu oleh curah hujan tinggi, tetapi juga akibat perubahan tata ruang yang tidak terkendali.

“Saya sangat memahami berbagai problem kerusakan alam di Kabupaten Bogor. Hari ini banyak banjir dan longsor disebabkan karena perubahan tata ruang,” ujar Dedi Mulyadi melalui pernyataan di media sosial pribadinya.

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi
Sumber :
  • Instagram/dedimulyadi71

 

Menurutnya, banyak lahan hijau yang seharusnya berfungsi sebagai resapan air dan penahan longsor justru dialihfungsikan menjadi kawasan permukiman maupun area wisata.

Perubahan ini berdampak langsung terhadap kemampuan alam dalam menyerap air hujan, sehingga meningkatkan risiko banjir dan longsor.

Dedi Mulyadi juga menyoroti bahwa perubahan tata ruang tersebut sudah berlangsung cukup lama dan mencakup area yang sangat luas.

Akibatnya, sistem ekologi yang sebelumnya menjaga keseimbangan lingkungan menjadi terganggu.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat saat ini tengah berupaya untuk mengembalikan fungsi tata ruang di Bogor.

Langkah ini dilakukan agar kawasan pegunungan, aliran sungai, serta danau dapat kembali berfungsi optimal dalam menjaga keseimbangan alam.

“Kami berusaha mengembalikan tata ruang Bogor agar gunung-gunung terselamatkan, aliran sungai terselamatkan, danau terselamatkan sehingga bencana tidak datang terus-menerus,” jelasnya.

Selain itu, Dedi juga menyinggung kondisi di wilayah Sukamakmur yang menurutnya mengalami perubahan signifikan.

Banyak kawasan perbukitan yang kini berubah menjadi perumahan, yang berdampak pada meningkatnya aliran air ke daerah hilir.

Perubahan ini tidak hanya berdampak pada wilayah Bogor, tetapi juga daerah lain di sekitarnya.

Dedi Mulyadi menegaskan bahwa posisi Bogor sangat strategis karena berperan sebagai daerah penyangga bagi wilayah lain seperti Bekasi, Karawang, hingga Jakarta.

“Bogor itu bukan hanya untuk rakyat Bogor. Bogor menjaga Bekasi, menjaga Karawang, menjaga Jakarta,” tegasnya.

Oleh karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan di Bogor.

Menurutnya, kawasan tersebut tidak boleh hanya dijadikan sebagai objek eksploitasi tanpa memperhatikan aspek keselamatan dan keberlanjutan lingkungan.

Banjir bandang yang kembali terjadi ini menjadi peringatan keras bahwa keseimbangan alam harus dijaga.

Pembangunan yang tidak memperhatikan tata ruang dan daya dukung lingkungan berpotensi memicu bencana yang lebih besar di masa mendatang.

Dedi Mulyadi pun menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta dalam menjaga kelestarian alam, agar wilayah Bogor dapat terbebas dari ancaman bencana yang terus berulang. (adk)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

img_title

Apa Boleh Kurban Diniatkan untuk Orang yang Sudah Meninggal? Begini Penjelasan Ustaz Adi Hidayat

Bolehkah kurban diniatkan untuk orang yang sudah meninggal? Simak penjelasan lengkap Ustaz Adi Hidayat tentang hukum kurban menurut dalil Rasulullah SAW.
img_title

Tukang Sayur Tetap Keliling Jualan Meski Stroke, Dedi Mulyadi Borong Dagangan dan Bantu Biaya Berobat

Kisah tukang sayur yang tetap berjualan meski terkena stroke bikin haru. Dedi Mulyadi langsung memborong dagangan hingga membantu biaya pengobatan.
img_title

6 Shio Paling Beruntung pada 10 Mei 2026, Ada Rezeki dan Kabar Baik

Simak deretan shio yang diprediksi jadi paling beruntung pada 10 Mei 2026. Ada peluang rezeki, kabar baik, hingga keberuntungan dalam hubungan dan karier.
img_title

Menteri Purbaya Kagum pada Kinerja Gubernur Dedi Mulyadi, Perekonomian Jawa Barat Disebut Melonjak Pesat

Menteri Purbaya Yudhi Sadewa memuji kinerja Gubernur Dedi Mulyadi setelah ekonomi Jawa Barat tumbuh pesat melampaui nasional dan investasi terus meningkat.
img_title

3 Hal yang Membuat Kucing Merasa Sedih dan Stres, Sebaiknya Hindari

Kucing memang terlihat cuek, tetapi ternyata mereka juga bisa merasa sedih dan stres. Berikut hal-hal yang dapat melukai perasaan kucing tanpa disadari.
img_title

Warga Bogor Siapkan Jalur Alternatif, Dedi Mulyadi Sebut Kirab Mahkota Binokasih Lewat Batutulis hingga Kebun Raya

Kirab Mahkota Binokasih bakal melintas di Kota Bogor malam ini. Dedi Mulyadi meyebut acara akan dimulai dari Batutulis hingga Kebun Raya Bogor.