Cari

Selasa, 04 Agustus 2026

Tutup
Banjir Bandang di Bogor
Sumber :
  • Instagram/dedimulyadi71

Bogor Kembali Dilanda Banjir Bandang, Dedi Mulyadi Beri Respons Tegas dan Soroti Penyebab Utama

Banjir bandang kembali melanda Bogor akibat curah hujan tinggi. Dedi Mulyadi soroti perubahan tata ruang dan kerusakan lingkungan sebagai penyebab utama.
Selasa, 5 Mei 2026 - 09:51 WIB

Bandung, tvOnenews.com - Banjir bandang kembali melanda wilayah Kabupaten Bogor, tepatnya di Kecamatan Sukamakmur, setelah curah hujan tinggi mengguyur kawasan tersebut dalam beberapa waktu terakhir.

Peristiwa ini kembali memicu kekhawatiran warga, terutama mereka yang tinggal di daerah rawan longsor dan aliran sungai.

Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, seorang warga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kondisi lingkungan yang semakin rusak.

Ia menyoroti maraknya pembangunan tempat wisata di kawasan perbukitan yang sebelumnya merupakan hutan dan daerah resapan air.

“Pak Dedi, tolong atensinya, kita yang ada di sini terancam sekali karena di bukit-bukit sudah banyak tempat wisata yang dibangun sehingga hutan ditebang,” ujar warga dalam video tersebut sambil memperlihatkan derasnya aliran air bah.

Menanggapi hal itu, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memberikan respons tegas terkait penyebab utama banjir bandang yang kembali terjadi di Bogor.

Ia menyebut bahwa bencana tersebut tidak hanya dipicu oleh curah hujan tinggi, tetapi juga akibat perubahan tata ruang yang tidak terkendali.

“Saya sangat memahami berbagai problem kerusakan alam di Kabupaten Bogor. Hari ini banyak banjir dan longsor disebabkan karena perubahan tata ruang,” ujar Dedi Mulyadi melalui pernyataan di media sosial pribadinya.

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi
Sumber :
  • Instagram/dedimulyadi71

 

Menurutnya, banyak lahan hijau yang seharusnya berfungsi sebagai resapan air dan penahan longsor justru dialihfungsikan menjadi kawasan permukiman maupun area wisata.

Perubahan ini berdampak langsung terhadap kemampuan alam dalam menyerap air hujan, sehingga meningkatkan risiko banjir dan longsor.

Dedi Mulyadi juga menyoroti bahwa perubahan tata ruang tersebut sudah berlangsung cukup lama dan mencakup area yang sangat luas.

Akibatnya, sistem ekologi yang sebelumnya menjaga keseimbangan lingkungan menjadi terganggu.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat saat ini tengah berupaya untuk mengembalikan fungsi tata ruang di Bogor.

Langkah ini dilakukan agar kawasan pegunungan, aliran sungai, serta danau dapat kembali berfungsi optimal dalam menjaga keseimbangan alam.

“Kami berusaha mengembalikan tata ruang Bogor agar gunung-gunung terselamatkan, aliran sungai terselamatkan, danau terselamatkan sehingga bencana tidak datang terus-menerus,” jelasnya.

Selain itu, Dedi juga menyinggung kondisi di wilayah Sukamakmur yang menurutnya mengalami perubahan signifikan.

Banyak kawasan perbukitan yang kini berubah menjadi perumahan, yang berdampak pada meningkatnya aliran air ke daerah hilir.

Perubahan ini tidak hanya berdampak pada wilayah Bogor, tetapi juga daerah lain di sekitarnya.

Dedi Mulyadi menegaskan bahwa posisi Bogor sangat strategis karena berperan sebagai daerah penyangga bagi wilayah lain seperti Bekasi, Karawang, hingga Jakarta.

“Bogor itu bukan hanya untuk rakyat Bogor. Bogor menjaga Bekasi, menjaga Karawang, menjaga Jakarta,” tegasnya.

Oleh karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan di Bogor.

Menurutnya, kawasan tersebut tidak boleh hanya dijadikan sebagai objek eksploitasi tanpa memperhatikan aspek keselamatan dan keberlanjutan lingkungan.

Banjir bandang yang kembali terjadi ini menjadi peringatan keras bahwa keseimbangan alam harus dijaga.

Pembangunan yang tidak memperhatikan tata ruang dan daya dukung lingkungan berpotensi memicu bencana yang lebih besar di masa mendatang.

Dedi Mulyadi pun menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta dalam menjaga kelestarian alam, agar wilayah Bogor dapat terbebas dari ancaman bencana yang terus berulang. (adk)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Jangan Lewatkan

img_title

Pemadaman Listrik Rugikan Peternak, GSBK Dorong Langkah Konkret PLN bagi Pelanggan

Peternak mengaku mengalami kerugian besar.
img_title

Kejati NTT Masih Dalami soal Proyek Rumah Eks Pejuang Timtim

Proses penyelidikan terkait proyek pembangunan 2.100 unit rumah bagi eks pejuang.
img_title

Reidel Toiran Hargai Keputusan Rivan Nurmulki dan Nizar Zulfikar untuk Pensiun dari Timnas Voli Indonesia

Sempat mendapatkan panggilan dari PBVSI sebelum AVC Men's Cup 2026, Rivan Nurmulki dan Nizar Zulfikar memutuskan untuk mundur dari Timnas Voli Indonesia.
img_title

Hector Souto Berharap Pemain Indonesia Dilirik Klub Spanyol

Saat ini kendala para pemain Indonesia yang tidak memperoleh pinangan karena kurangnya exposure yang menyebabkan mereka tidak masuk dalam radar klub-klub luar negeri seperti Spanyol.
img_title

Adhyaksa FC Ubah Nama Jelang Musim Baru

Presiden Klub Adhyaksa FC Eko Setyawan dalam keterangannya di  Palangka Raya
img_title

Bepe sebut Beckham dan Rayhan Bisa Jadi Pembeda di Timnas Indonesia

Bambang menjelaskan Beckham Putra dan Rayhan Hannan cukup menyita perhatiannya sebagai mantan penyerang timnas Indonesia.