Bandung, tvOnenews.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan apresiasi tinggi terhadap perkembangan ekonomi Jawa Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi.
Jawa Barat dinilai berhasil menunjukkan performa ekonomi yang impresif di tengah kondisi global yang penuh tantangan.
Sorotan tersebut disampaikan Purbaya Yudhi Sadewa dalam agenda koordinasi penyelesaian hambatan investasi bersama Pokja Debottlenecking Kementerian Keuangan.
Dalam forum tersebut, Purbaya berdiskusi langsung dengan Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, mengenai kondisi investasi dan pertumbuhan ekonomi di provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia itu.
Menurut Purbaya, kepemimpinan Dedi Mulyadi berhasil menghadirkan optimisme baru bagi dunia usaha dan investasi di Jawa Barat.
Ia bahkan menyebut Dedi Mulyadi sebagai sosok pemimpin yang “canggih” karena dinilai mampu menjaga stabilitas sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.
“Jawa Barat semangat. Pak Gubernurnya (Dedi Mulyadi) canggih. Ekonomi tumbuhnya akan semakin cepat, lapangan pekerjaan akan tercipta lebih banyak lagi. Jadi Jawa Barat akan semakin sejahtera ke depan,” ujar Purbaya.
Pernyataan tersebut langsung menjadi sorotan publik, terlebih karena pujian datang dari pejabat pusat yang menilai langsung performa ekonomi daerah secara nasional.
Apresiasi ini dianggap sebagai sinyal positif bahwa Jawa Barat kini menjadi salah satu motor utama penggerak ekonomi nasional.
Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman menjelaskan bahwa capaian ekonomi Jawa Barat pada Triwulan I tahun 2026 menunjukkan hasil yang sangat menggembirakan.
Berdasarkan data terbaru, pertumbuhan ekonomi Jawa Barat tercatat mencapai 5,79 persen secara year on year atau yoy.
Angka tersebut lebih tinggi dibanding rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,61 persen.
Capaian itu menunjukkan bahwa Jawa Barat berhasil mempertahankan tren positif di tengah berbagai tantangan ekonomi global dan nasional.
“Pak Menteri mengapresiasi pertumbuhan ekonomi Jawa Barat yang di bawah kepemimpinan Pak Gubernur terus terjaga dan bahkan meningkat melampaui rata-rata nasional,” kata Herman.
Tak hanya dari sisi pertumbuhan ekonomi, Jawa Barat juga masih menjadi primadona investasi nasional.
Berdasarkan data dari Kementerian Investasi, realisasi investasi di Jawa Barat pada kuartal pertama 2026 mencapai Rp76,8 triliun.
Jumlah tersebut setara dengan 15,4 persen dari total kontribusi investasi nasional. Angka ini memperlihatkan bahwa kepercayaan investor terhadap Jawa Barat masih sangat tinggi.
Keberhasilan tersebut disebut tidak lepas dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif, termasuk mempercepat proses perizinan dan menyelesaikan berbagai hambatan investasi.
Herman Suryatman menegaskan bahwa kepemimpinan Dedi Mulyadi mampu menjaga harmonisasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha sehingga berbagai proyek investasi dapat berjalan lebih lancar.
Menurutnya, stabilitas sosial dan pendekatan komunikasi yang dilakukan pemerintah daerah menjadi salah satu faktor penting yang membuat investor merasa nyaman menanamkan modal di Jawa Barat.
“Kondisi baik ini harus terus dijaga bersama. Fokus kami ke depan adalah penguatan investasi dan percepatan penyelesaian hambatan perizinan agar penciptaan lapangan kerja bisa semakin meluas di berbagai sektor,” ujar Herman.
Peningkatan investasi di Jawa Barat juga diyakini akan berdampak besar terhadap penciptaan lapangan kerja baru.
Dengan semakin banyaknya proyek industri, infrastruktur, hingga sektor jasa yang berkembang, peluang kerja bagi masyarakat diprediksi semakin terbuka luas.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat sendiri terus mendorong pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Selain fokus pada pertumbuhan ekonomi, berbagai program juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas layanan publik, pendidikan, infrastruktur, hingga penataan kawasan industri dan lingkungan.
Pujian dari Menteri Purbaya Yudhi Sadewa pun menjadi dorongan moral tersendiri bagi Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk terus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi agar tetap stabil dan berkelanjutan. (adk)
Load more