Cari

Kamis, 10 September 2026

Tutup
Oknum Polisi di Polda Jabar yang aniaya wanita asal Cirebon
Sumber :
  • Istimewa

Anggota Biddokes Polda Jabar yang Aniaya Wanita Asal Cirebon Terancam PTDH, Ditahan Propam hingga Diproses Pidana

Polda Jabar akan melakukan tindakan tegas jika anggota Biddokes Polda Jabar yang diduga melakukan penganiayaan terhadap seorang wanita berinisial P asal Cirebon
Senin, 30 Desember 2024 - 18:47 WIB

Bandung, tvOnenews.com - Polda Jabar akan melakukan tindakan tegas jika anggota Biddokes Polda Jawa Barat yang diduga melakukan penganiayaan terhadap seorang wanita berinisial P asal Cirebon.

Saat ini oknum polisi berinisial M sudah dilakukan penahan oleh Propam Polda Jabar.

Namun untuk pidananya masih menunggu proses hukum laporan yang dibuat di Polresta Cirebon.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan untuk proses kasus penganiayan itu terus diproses, dan saat ini sedang penyelidikan.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Jules Abraham Abast Saat Sedang Memberikan Update Kasus Anggota Polda Jabar aniaya Wanita Asal Cirebon 
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Jules Abraham Abast Saat Sedang Memberikan Update Kasus Anggota Polda Jabar aniaya Wanita Asal Cirebon 
Sumber :
  • Cepi Kurnia/tvOne

 

"Yang bersangkutan sudah ditahan oleh Propam, kemudian untuk pelaporan pidananya itu ditangani oleh Polres Cirebon. Karena sebelumnya yang bersangkutan sebelum jadi Anggota Biddokes Polda Jabar, adalah anggota Polres Cirebon dan kejadian itu sempat terjadi di daerah Cirebon," kata Jules Abaraham Abast, Senin (30/12/2024).

Ia menegaskan sesuai arahan Pimpinan Kapolda Jabar, jika pelaku terbukti melakukan tindakan pidana tersebut tentu akan dilakukan tindakan tegas dengan Pemberhentian Dengan Tidak Hormat (PDTH).

"Nanti tergantung dari proses yang berlangsung kalau korban sendiri ini awalnya memang berteman dengan pelaku sehingga yang bersangkutan sendiri berteman di daerah Cirebon, nah untuk itu yang bersangkutan udah melaporkan ke Polres Cirebon.  Untuk pelanggaran sidang etik atau pelanggaran disiplinnya ditangani oleh Propam," katanya.

Sebelumnya tindakan kekerasan oleh oknum polisi viral di jagat media sosial. 

Seorang wanita berinisial P melalui akun instagramnya @prischalauraa_ mengungkapkan pengalaman pahitnya menjadi korban penganiayaan oleh oknum polisi berinisial A yang bertugas di Biddokes Polda Jabar. 

Seorang wanita asal Cirebon dianiaya seorang oknum polisi yang bertugas di Polda Jabar
Seorang wanita asal Cirebon dianiaya seorang oknum polisi yang bertugas di Polda Jabar
Sumber :
  • Istimewa

 

Kejadian tragis ini terjadi pada Maret 2024 di sebuah gudang logistik pemilu di Cirebon tempat pelaku bertugas. 

Dalam pengakuannya, P menjelaskan, isiden bermula saat ia secara tidak sengaja melihat notifikasi DM di ponsel milik pelaku hal sepele itu memicu amarah sang pelaku yang berujung pada tindakan kekerasan. (cep/muu)

 

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Jangan Lewatkan

img_title

Pemkab Bandung Pastikan Kesiapan Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup

Persiapan dimulai dari fasilitas-fasilitas stadion yang memenuhi standard FIFA.
img_title

I.League Pastikan Larangan Suporter Tandang Resmi Dicabut Musim Depan

Kebijakan larangan ini sudah berjalan sekitar empat tahun di kompetisi sepak bola tanah air, sejak Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022.
img_title

PSSI Evaluasi Total Kegagalan Piala AFF 2026

Evaluasi total setelah Timnas Indonesia gagal melaju ke semifinal Piala AFF 2026.
img_title

Kontroversi Piala Dunia Bikin Gianni Infantino Kehilangan Dukungan Internal

FIFA dilanda gejolak setelah Gianni Infantino dikritik elite internal akibat polemik penjualan saham Piala Dunia. Dukungan terhadapnya pun mulai menyusut.
img_title

Maarten Paes dan Emil Audero Hadapi Persaingan

Maarten Paes dan Emil Audero sama-sama menghadapi ancaman berkurangnya menit bermain bersama klub masing-masing menjelang bergulirnya musim baru.
img_title

Reidel Toiran Hargai Keputusan Rivan Nurmulki dan Nizar Zulfikar untuk Pensiun dari Timnas Voli Indonesia

Sempat mendapatkan panggilan dari PBVSI sebelum AVC Men's Cup 2026, Rivan Nurmulki dan Nizar Zulfikar memutuskan untuk mundur dari Timnas Voli Indonesia.